Selasa, 31 Mei 2016

OUTLINE SEMINAR FISIKA TENTANG HOLOGRAM MANUSIA


OUTLINE

SEMINAR FISIKA

Tentang

HOLOGRAM MANUSIA




Oleh:
Rahman Al Hakim
1314080216

Dosen Pembimbing:
DEWI JUWITA



JURUSAN TADRIS IPA-FISIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
IMAM BONJOL PADANG
1437 H/ 2016 M


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Teknologi berkembang sangat cepat di dunia ini. Hampir semua hal yang ada di dunia dihubungkan dengan teknologi. Hal yang dahulu hanya sekedar mimpi sekarang sudah bisa jadi kenyataan. Teknologi yang berkembang tersebut bertujuan untuk memudahkan seseorang dalam segala aspek baik untuk memperoleh informasi, mempermudah pekerjaan maupun untuk memperindah tampilan seseorang. Berbagai macam teknologi tersebut adalah teknologi touchscreen, wifi, hologram manusia dan sebagainya.
 Salah satu contoh teknologi yang berkembang saat ini adalah hologram manusia. Salah satu fungsi hologram manusia adalah untuk mempermudah pekerjaan karyawan yang berada di Bandar Udara. Sebelum hologram manusia ini diciptakan, karyawan di Bandar Udara bekerja secara manual. Maksudnya karyawan Bandar Udara melayani semua penumpang menggunakan suara, gerakan tubuh dan lain-lain. Mereka melakukan itu setiap hari. Hal itu tentu saja akan membuat karyawan tersebut letih dalam melaksanakan tugasnya.
Mengingat hal tersebut, maka timbullah gagasan bagaimana supaya pekerjaan melayani penumpang pesawat tidak sepenuhnya dikerjakan oleh  karyawan. Dalam artian bahwa ada alat yang digunakan untuk menggantikan pekerjaan dari karyawan Bandar Udara tersebut. Alat ini digunakan agar karyawan Bandar Udara memiliki pekerjaan yang lebih ringan karena mereka tidak perlu siap siaga selama 24 jam di Bandar Udara untuk melayani penumpang. Maka, dicipatakanlah hologram manusia.
Hologram manusia ini bukan merupakan manusia sungguhan. Hologram manusia dapat membantu setiap customer atau para penumpang pesawat untuk mendapatkan petunjuk atau informasi. Teknologi ini sangat efektif serta efisien. Karyawan Bandara Udara tidak lagi berdiri selama 24 jam untuk mengarahkan dan memberikan petunjuk kepada setiap penumpang pesawat, melainkan telah digantikan oleh teknologi hologram manusia. Teknologi hologram manusia ini pertama kali digunakan oleh Bandar Udara yang ada di Inggris, dan orang-orang yang telah pergi kesana berhak menikmati dan berinteraksi sendiri dengan hologram manusia tersebut (http://cara-mengetahui.blogspot.com/2011/08/teknologi-virtual-manusia-hologram.html).   
Dari latar belakang yang telah dipaparkan, maka penulis tertarik untuk menulis makalah ini dengan judul “Hologram Manusia”

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu hologram manusia?
2.      Di Bandar Udara mana saja yang menggunakan hologram manusia?
3.      Bagaimana prinsip kerja hologram manusia?
4.      Bagaimana proses pembuatan hologram?
5.      Bagaimana hasil pembuatan hologram?
6.      Apa kelebihan dan kekurangan hologram manusia?
7.      Apa aplikasi hologram selain hologram manusia?

C.     Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui:
1.      Pengertian hologram manusia
2.      Bandar Udara yang menggunakan hologram manusia
3.      Prinsip kerja hologram manusia
4.      Proses pembuatan hologram
5.      Hasil pembuatan hologram
6.      Kelebihan dan kelemahan hologram manusia
7.      Aplikasi hologram selain hologram manusia



D.    Manfaat Penulisan
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan, manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini  antara lain:
1.      Pengalaman dan bekal pengetahuan bagi penulis dalam menulis ilmiah di masa yang akan datang
2.      Sebagai sumber informasi untuk pembelajaran fisika khususnya difraksi dan interferensi
3.      Salah satu syarat untuk menyelesaikan mata kuliah seminar fisika di jurusan T-IPA FISIKA IAIN IMAMBONJOL PADANG


BAB II
KAJIAN TEORITIS

A.    Pengertian Hologram
Hologram adalah produk dari teknologi holografi. Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan dalam bentuk mikroskopik. Hologram bertindak sebagai gudang informasi optik. Informasi-informasi optik itu kemudian akan membentuk suatu gambar, pemandangan, atau adegan.
Hologram merupakan jelmaan dari gudang informasi (information storage) yang mutakhir. Kelebihan hologram ialah ia mampu menyimpan informasi, yang didalamnya memuat objek-objek 3 dimensi (3D). Tidak hanya objek-objek yang biasa terdapat di foto atau gambar pada umumnya. Hal itu disebabkan prinsip kerja hologram tidak sesederhana lensa fotografi. Hologram menggunakan prinsip-prinsip difraksi dan interferensi, yang merupakan bagian dari fenomena gelombang.

B.     Difraksi
Difraksi adalah peristiwa pembelokan gelombang saat melewati suatu objek (misalnya berupa rintangan ataupun celah). Seperti yang telihat pada gambar.1 di bawah ini.
Gambar 1. Perbedaan Difraksi dan Tidak Terdifraksi
(www.phys.itb.ac.id/~khbasar/arsip/FI1201/Interferensidandifraksi.pdf)
Berdasarkan gambar 1 dapat disimpulkan bahwa apabila tidak terjadi pembelokan gelombang, maka difraksi tidak akan terjadi tetapi jika terjadi pembelokan gelombang pada objek tertentu maka itulah yang dinamakan difraksi.
Senada dengan Menurut Budiyanto (2009:27) menyatakan bahwa difraksi dapat diartikan sebagai peristiwa penyebaran atau pembelokan gelombang pada saat gelombang tersebut melintas melalui bukaan atau mengelilingi ujung penghalang. Besarnya difraksi bergantung pada ukuran penghalang dan panjang gelombang, seperti pada Gambar 2. Makin kecil panghalang dibandingkan panjang gelombang dari gelombang itu, makin besar pembelokannya.
Gambar 2. Difraksi gelombang:
a) pada celah lebar  b) pada celah sempit
Dari gambar 2 dapat disimpulkan bahwa untuk celah lebar, maka sinar gelombang difraksi akan diteruskan saja ke satu arah sedangkan untuk celah sempit, maka sinar gelombang difraksi akan melewati celah tersebut  dan diteruskan ke segala arah.
Berdasarkan prinsip Huygen, gelombang yang melewati celah dapat terdiri dari banyak sumber. Jika posisi layar dianggap sangat jauh dibandingkan dengan lebar celah a, maka berkas-berkas gelombang tersebut dapat dianggap sejajar seperti terlihat pada gambar 3.
Gambar 3. Berkas-berkas gelombang ketika layar sangat jauh disbanding lebar celah a
(www.phys.itb.ac.id/~khbasar/arsip/FI1201/Interferensidandifraksi.pdf)
Dari gambar 3 dapat dilihat bahwa lebar celah a dan terdiri dari 4 sumber gelombang seperti yang terlihat pada gambar 4
.
Gambar 4. Lebar celah a terdiri dari 4 sumber gelombang
(www.phys.itb.ac.id/~khbasar/arsip/FI1201/Interferensidandifraksi.pdf)
Dari gambar 4 dapat diartikan bahwa jika gelombang 1 dan 3 panjang lintasannya berbeda sebesar l/2, maka kedua gelombang ini akan menghasilkan interferensi destruktif. Hal yang sama juga akan terjadi untuk gelombang 2 dan 4.



C.     Interferensi
Menurut Budiyanto (2009:27) menyatakan bahwa inteferensi gelombang adalah peristiwa perpaduan dua gelombang yang koheren yaitu dua gelombang yang memiliki frekuensi dan selisih fase tetap.
Ada dua macam peristiwa interferensi yaitu :
  1. Interferensi konstruktif, yaitu interferensi yang saling menguatkan
  2. Interferensi destruktif, yaitu interferensi yang saling melemahkan
Interferensi cahaya terjadi jika dua (atau lebih) berkas cahaya koheren dipadukan. Dua berkas cahaya disebut koheren jika kedua cahaya itu memeiliki beda fase tetap. Interferensi destruktif (saling melemahkan) terjadi jika kedua gelombang cahaya berbeda fase 180o. Sedangkan interferensi konstruktif(saling menguatkan) terjadi jika kedua gelombang cahaya sefase atau beda fasenya nol. Interferensi destruktif maupun interferensi konstruktif dapat diamati pada pola interferensi yang terjadi.
Pola interferensi dua cahaya diselidiki oleh Fresnel dan Young. Fresnel melakukan percobaan interferensi dengan menggunakan rangkaian dua cermin datar untuk menghasilkan dua sumber cahaya kohern dan sebuah sumber cahaya di depan cermin. Young menggunakan celah ganda untuk menghasilkan dua sumber cahaya koheren (http://niluh-ayu.blogspot.com/2012/11/interferensi-gelombang-dan-difraksi.html).
Ada beberapa contoh interferensi. Salah satunya adalah interferensi pada tali seperti yang terlihat pada gambar 5.
Gambar 5. Interferensi pada tali
Budiyanto (2009:27)

Dari gambar 5 dapat kita simpulkan bahwa pada gelombang tali, jika dua buah gelombang tali merambat berlawanan arah, saat bertemu keduanya melakukan interferensi. Setelah itu, masing-masing melanjutkan perjalanannya seperti semula tanpa terpengaruh sedikit pun dengan peristiwa interferensi yang baru dialaminya. Sifat khas ini hanya dimiliki oleh gelombang.

D.    Karakteristik Hologram
Hologram memiliki karakteristik yang unik. Beberapa diantaranya yaitu:
1.      Cahaya yang sampai ke mata pengamat, yang berasal dari gambar yang direkonstruksi dari sebuah hologram adalah sama dengan cahaya yang berasal dari objek aslinya. Seseorang dalam melihat gambar hologram dapat melihat kedalaman, paralaks, dan berbagai perspektif berbeda seperti yang ada pada skema pemandangan yang sebenarnya.
2.      Hologram dari suatu objek yang tersebar dapat direkonstruksi dari bagian kecil hologram. Jika sebuah hologram pecah berkeping-keping, masing-masing bagian dapat digunakan untuk mereproduksi lagi keseluruhan gambar. Walau bagaimanapun, penyusutan dari ukuran hologram, dapat menyebabkan penurunan perspektif dari gambar, resolusi, dan tingkat kecerahan dari gambar.
3.      Dari sebuah hologram dapat direkonstruksi dua jenis gambar, biasanya gambar nyata (pseudoscopic) dan gambar maya (orthoscopic)
4.      Sebuah hologram tabung dapat memberikan pandangan 360 derajat dari objek.
5.      Lebih dari satu gambar independen yang dapat disimpan dalam satu pelat fotografi yang sama yang dapat dilihat dari satu per satu dalam satu kesempatan (Adnan.2013).

E.       Penyimpangan Hologram
Hologram dapat menderita penyimpangan yang disebabkan oleh konstruksi satu ke rekonstruksi berikutnya serta oleh ketidaksesuaian referensi dan rekonstruksi sinar. Penyimpangan pada hologram kromatik dan nonkromatik, keduanya sama-sama merupakan penyimpangan yang serius walaupun hanya sebuah penyimpangan dari geometri perekaman yang ada pada rekonstruksi geometri (http://id.wikipedia.org/wiki/Holografi).
                         
F.        Gambar Orthoscopic dan Pseudoscopic
Sebuah hologram dapat merekonstruksi dua gambar, yang nyata dan maya (replika dari objek). Namun, dua gambar tersebut berbeda dalam tampilannya di mata pengamat.
1.      Gambar Orthoscopic
Gambar maya diproduksi dengan posisi yang sama dengan objek dan memiliki tampilan yang sama pada kedalaman dan paralaks dengan objek tiga dimensi yang sebenarnya. Gambar maya terlihat seolah-olah pengamat melihat objek asli melalui jendela yang ditentukan oleh ukuran dari hologram.
2.      Gambar Pseudoscopic
Gambar nyata terbentuk dengan jarak yang sama dari hologram, tetapi berada didepannya serta kedalaman gambarnya terbalik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa titik-titik yang bersesuaian pada kedua gambar (nyata dan maya) terletak pada jarak yang sama dari hologram. Gambar nyata ini dikenal sebagai pseudoscopic. Gambar ini sangat tidak nyaman untuk dilihat karena memang kita tidak terbiasa melihat gambar terbalik dalam kehidupan normal. Gambar tersebut tidak dapat diubah dengan teknik-teknik optika sampai baru-baru ini. Kini, sudah memungkinkan untuk mengkonjugasikan gelombang muka (inggris: wavefront) dengan menggunakan teknik konjugasi fase optik. Gelombang muka ini memiliki aplikasi yang potensial dalam mengoreksi efek dari penyimpangan media pada pencitraan optik.
Sebuah hologram yang terekam oleh lensa atau sebuah cermin cekung, dapat menghasilkan sebuah bayangan nyata orthoscopic dari objek. Bayangan nyata orthoscopic dari objek ini juga dapat diciptakan dengan cara merekam dua hologram secara berturut-turut. Tahap pertama, hologram utama direkam dengan menggunakan sinar acuan. Hologram ini, saat direkonstruksi oleh sinar, menghasilkan sebuah gambar maya dan gambar nyata dengan pembesaran unit. Kemudian, hologram ini direkam dengan menggunakan gambar nyata dari hologram utama sebagai sinar objek. Pada saat hologram ini sudah terekonstruksi, akan menghasilkan bayangan maya pseudoscopic dan bayangan nyata orthoscopic (Adnan.2013).

G.      Klasifikasi Hologram
Hologram, dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara tergantung pada ketebalan, metode perekaman, metode rekonstruksi dan lain sebagainya.
1.      Klasifikasi Berdasarkan Amplitudo dan Fase Hologram
Sebuah hologram, tipe penyerapannya ada yang menghasilkan perubahan pada amplitudo dari sinar rekonstruksinya. Jenis fase dari hologram ini menghasilkan fase perubahan pada sinar rekonstruksi dikarenakan variasi dari indeks bias atau ketebalan dari medium. Fase hologram,     memiliki keuntungan lebih daripada amplitudo hologram dalam hal pemborosan energi di dalam medium hologram serta efisiensi penguraian yang lebih tinggi. Hologram yang direkam dalam emulsi fotografik merubah baik amplitudo dan fase dari menerangi gelombang. Bentuk dari rencana kerangka perekaman ini tergantung dari fase relative dari pencampuran sinar. Akibatnya, gelombang yang terekonstruksi terefleksi ke hologram yang sesuai dengan kepadatan perak yang tersimpan dengan variasi amplitudonya sebanding dengan amlpitudo dari objek. Demikian pula dengan fase gelombang rekonstruksi, yang dimodulasikan sebanding dengan fase dari gelombang objek. Jadi, baik amplitudo dan fase dari gelombang objek merupakan reproduksi.


2.      Klasifikasi Berdasarkan Ketebalan Hologram
Hologram bisa berbentuk tipis (bidang) atau tebal (isi). Sebuah parameter Q dapat digunakan untuk membedakan antara hologram tipis dan tebal. Sebuah hologram dapat dikatakan tipis apabila Q < 1. Hal ini telah dibuktikan bahwa hologram tipis yang ditambah dengan teori gelombang berlaku untuk nilai Q urutan 1. Jadi, kriteria dari Q tidak selalu cukup. Sebuah hologram mungkin juga disebut tipis jika emulsi ketebalannya lebih rendah dari jarak tepi. Hologram seperti ini menghasilkan beberapa ketentuan (i) ketentuan 0 jika sinar acuan ditransmisikan secara langsung, (ii) ketentuan 1 jika penyebaran menghasilkan bayangan maya, (iii) ketentuan -1 jika penyebaran sama dengan intensitas untuk ketentuan 1 menghasilkan gambar konjugasi dan (iv) lebih besar dari 1 jika ada penurunan intensitas.
Sebuah hologram yang bervolume (tebal) dapat dikatakan sebagai superposisi dari tiga dimensi rekaman terukur pada kedalaman dari emulsi menurut hukum Bragg. Rencana pengukuran pada volume hologram menghasilkan perubahan maksimal pada indeks bias dan atau indeks penyerapan. Kesimpulan dari hukum Bragg adalah volume hologram merekonstruksi bayangan maya pada posisi asli dari objek jika sinar rekonstruksi bertepatan dengan sinar acuan. Namun, bagaimanapun juga gambar konjugasi dan ketentuan penyebaran yang lebih tinggi tidak termasuk disini (http://id.wikipedia.org/wiki/Holografi).



BAB III
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Hologram Manusia
Hologram manusia tidak merupakan manusia sungguhan. Hologram manusia dapat membantu setiap customer atau para penumpang pesawat untuk mendapatkan petunjuk atau informasi. Teknologi ini sangat efektif serta efisien tentunya. Karyawan Bandar Udara tersebut tidak lagi berdiri selama 24 jam untuk mengarahkan dan memberikan petunjuk kepada setiap penumpang pesawat, melainkan saat ini telah di gantikan oleh teknologi virtual hologram manusia. Sebenarnya hologram manusia ini perdana digunakan oleh bandar udara yang ada di Inggris, dan sudah menjadi ketentuan seluruh dunia akan menikmati dan berinteraksi sendiri dengan manusia hologram tersebut (cara-mengetahui.blogspot.com/2011/08/teknologi-virtual-manusia-hologram.html).

B.     Bandar Udara Yang Menggunakan Hologram Manusia
Hologram manusia digunakan oleh Bandar Udara yang memiliki penumpang pesawat yang sangat banyak untuk mempermudah pekerjaan karyawan di Bandar Udara tersebut.
Beberapa Bandar Udara yang menggunakan hologram manusia adalah sebagai berikut:
1.      Bandar Udara JFK, LaGuardia, dan Newark Liberty
Bandar Udara JFK, LaGuardia, dan Newark Liberty merupakan Bandar Udara yang terletak di Amerika Serikat. Bentuk hologram manusia di Bandar-bandar Udara tersebut dapat dilihat pada gambar 6.
Description: http://panel.mustangcorps.com/admin/fl/upload/files/avatar.png
Gambar 6. Avatar yang melayani penumpang pesawat
Dari gambar 6 terlihat seorang wanita cantik yang sedang memegang pasport. Namanya adalah avatar. Avatar bukanlah manusia sungguhan tetapi merupakan hologram manusia. Avatar adalah seorang hologram  manusia yang akan menjadi customer service di Bandara JFK, LaGuardia, dan Newark Liberty Amerika Serikat. AVA akan membantu para wisatawan mulai Juli 2012 di bandara tersebut.
Program AVA akan dibedakan sesuai dengan bandara tempat dia berada. Namun, avatar ini akan mengenakan seragam dan memberikan informasi umum yang sama. Para penumpang bandara dapat menanyakan kepada AVA mengenai letak toilet dan restoran terdekat yang ada di bandara tersebut (http://mobile.griyawisata.com/nasional).
2.      Bandar Udara Luton dan London
Bandar Udara Luton dan London merupakan Bandar Udara yang terletak di Dubai. Bandar Udara ini juga menggunakan hologram manusia yang bernama Avatar. Avatar ini menarik perhatian orang-orang, bentuknya sangat mirip dengan manusia asli.
Kehadiran AVA sangat membantu petugas bandara, terutama dengan padatnya lalu lintas bandara saat ini. Dengan AVA membantu petugas melayani penumpang, para petugas bandara asli dapat fokus di belakang meja memberikan layanan terbaik.
AVA dibeli oleh ketiga bandara tersebut seharga Rp 600 juta per avatarnya. AVA akan melayani bandara-bandara tersebut, yang setiap tahunnya melayani lebih dari 106 juta penumpang per tahun (http://mobile.griyawisata.com)
3.      Bandar Udara Orly
Bandar Udara Orly Prancis merupakan Bandar Udara yang terletak di Prancis. Hologram manusia yang bertugas sebagai petugas bandara di Paris, Prancis dapat dilihat pada gambar 6.
Description: airport hologram
Gambar 6. Hologram Manusia Di Bandar Udara Orly

Dari Gambar 6 terlihat aktivitas hologram manusia yang sedang memberikan layanan terbaiknya kepada penumpang pesawat. Hologram  manusia ini akan melayani semua pengunjung dengan ramah. Hologram manusia mengganti para petugas pintu gerbang bandara dengan proyeksi holograph yang tampak seperti manusia asli.
Yang menarik, para petugas ini diklaim akan lebih sabar melayani para pengunjung. Mereka tidak mudah mengeluh dan berusaha memberikan pelayanan terbaik. Ketika tiba waktunya, Anda harus melewati boarding pass, seorang petugas bandara--kali ini yang sungguhan akan menekan sebuah tombol untuk menyalakan hologram manusia. Selanjutnya, hologram manusia akan mengerjakan tugas petugas bandara, yakni menyambut calon penumpang dan memberitahukan informasi tentang status penerbangan (http://www.kumpulberita.com/2011/08/manusia-hologram-gantikan-petugas.html)

C.     Prinsip Kerja Hologram Manusia
Prinsip kerja hologram manusia menggunakan prinsip holografi. Holografi adalah rekaman suara di mana bidang bunyi dikodekan sedemikian rupa agar di kemudian hari dapat direproduksikan. Dalam holografi, sebagian dari sinar yang tersebar dari objek atau sekumpulan objek jatuh di atas media perekam. Sinar kedua, yang dikenal sebagai sinar acuan, juga menerangi media perekam sehingga terjadi gangguan antara kedua sinar tersebut. Hasil dari bidang cahaya tersebut adalah sebuah pola acak dengan intensitas yang bervariasi yang disebut hologram. Dapat ditunjukkan bahwa jika hologram diterangi oleh sinar acuan asli, sebuah bidang cahaya terdifraksi oleh sinar acuan yang mana identik dengan bidang cahaya yang disebarkan oleh objek atau objek-objek. Dengan demikian, seseorang yang memandang ke hologram tetap dapat ‘melihat’ objek walaupun objek tersebut mungkin sudah tidak ada lagi. Berbagai variasi bahan rekaman yang juga dapat digunakan, termasuk Variasi Film fotografis (http://id.wikipedia.org/wiki/Holografi).

D.    Proses Pembuatan Hologram
Pembuatan hologram dibagi dalam tiga tahap, pertama proses perekaman, pencucian dan terakhir rekonstruksi hologram.
1.      Proses Perekaman
Dalam proses perekaman digunakan sumber laser He-Ne, dengan daya 15 mW dan media perekam Agfa Geveart yang beresolusi 5000 garis/mm. Skema perekaman hologram transmisi dapat dilihat pada gambar 7 di bawah ini.
Gambar 7. Skema Perekaman Holografi Transmisi
(Rudyansyah.2004)

Keterangan gambar :
L = Laser
S1 = S2 = Shutter
C1 = C2 = C3 = Cermin
LO = Lensa Objektif
LC = Lensa Objektif
O = Objek
BS = Beam splitter (pembagi berkas)
MP = Media Perekam
BS dengan C3 berjarak 45 cm
BS dengan C2 berjarak 35 cm
C2 dengan MP berjarak 40 cm
O dengan MP berjarak 10 cm
C3 dengan O berjarak 20 cm
2.      Proses Pencucian
Tahap kedua adalah proses pencucian, yang identik dengan pencucian fotografi konvensional. Secara garis besar digunakan larutan developer Kodak D-19, untuk membangkitkan bayangan laten pada perak bromida dan larutan fixing, untuk menetapkan bayangan yang telah dibangkitkan developer digunakan larutan Acifix. Detail rujukan dan semua pembuatan larutan untuk pencucian digunakan rujukan pada referensi
3.      Proses Rekonstruksi
Tahap ketiga adalah rekonstruksi hologram, secara skematis dapat dilihat pada gambar 8 berikut.
Gambar 8. Skema Rekonstruksi Hologram Transmisi
(Rudyansyah.2004)
Pada rekonstruksi bayangan di dapatkan dengan jalan menghentikan jalan berkas objek pada gambar 8. Pengamat akan mengamati bayangan sesuai dengan sudut pada waktu perekaman dan mendapatkan bayangan maya di tempat objek saat perekaman.

E.     Hasil Pembuatan Hologram
1.      Hasil Perekaman
Pada gambar 9 ditunjukkan foto hasil perekaman setelah dicuci sesuai waktu eksposurnya. Perekaman yang dilakukan antara waktu eksposur 5 sampai 7 detik berwarna hijau transparan (bening) seperti ditunjukkan gambar (9.a), ini menunjukkan kurangnya waktu eksposur. Untuk perekaman dengan waktu eksposur 8 sampai 10 detik media perekam berwarna hijau seperti ditunjukkan gambar (9.b), sedangkan perekaman dengan waktu yang lebih lama 11 sampai 13 detik berwarna hitam seperti terbakar ditunjukkan gambar (9.c).
Gambar 9. Foto hasil perekaman pada media perekam (a) foto dengan waktu eksposur 5-7 detik, (b) foto dengan waktu eksposur 8-10 detik dan (c) foto dengan waktu eksposur 11-13 detik.
(Rudyansya.2004)

2.      Hasil Rekonstruksi
Pada gambar (10.a) ditunjukkan foto asli dari objek, yang tidak akan ditemukan sudut-sudut pembentukan baru yang menyebabkan gambar tiga dimensi. Untuk hasil rekonstruksi hologram transmisi yang difoto seperti gambar (10.b). Bayangan objek mempunyai sisi tiga dimensi karena didapat pendekatan perspektif baru. Bila pandangan diarahkan ke samping kanan bayangan bergerak ke kanan begitu pula bila pandangan ke arah kiri, atas dan bawah mengikuti gerakan arah pandangan. Bayangan pada hologram terlihat mengapung pada suatu ruangan berlatar merah layaknya warna laser Helium-Neon. Pada bayangan hanya bagian yang menghamburkan cahaya laser yang terekam pada media perekam.
Gambar (5) Foto objek asli tampak depan (a) di foto dengan ASA 400 Fuji Film dan foto hasil rekonstruksi hologram transmisi (b) di foto dengan New SHD 100.
(Rudyansyah.2004)
Hologram yang diputar secara horizontal lalu direkonstruksi maka bayangan yang ada akan terbalik juga bila diputar searah vertikal akan menyebabkan bayangan terbalik. Arah perekaman berkas referensi sangat menentukan saat rekonstrukai karena apabila rekonstruksi dalam sudut yang berlawanan dengan arah berkas referensi maka bayangan terbalik.

3.      Pemotongan Hologram
Hologram transmisi yang dipotong menjadi dua bagian sehingga menjadi kecil dan salah satunya dipotong lagi menjadi dua bagian. Hasil potongan ini kemudian direkonstruksi hasil yang di dapat adalah potongan hologram tetap menghasilkan bayangan objek yang utuh. Karakteristik ini disebabkan tiap bagian dari hologram transmisi mempunyai keseluruhan informasi mengenai bentuk dan volume dari objek yang direkam.
Berbeda sekali dengan fotografi, bila hasil foto seperti pada gambar 10. dipotong atau dirobek maka akan hilang informasi mengenai gambar tersebut yang berarti tiap bagian tidak mempunyai keutuhan informasi objek. (Rudyansyah.2004).


F.      Aplikasi Hologram Selain Hologram Manusia
Aplikasi teknik holografi telah tersebar ke berbagai aspek kehidupan. Holografi memudahkan manusia dalam mengabadikan karya-karya seni dan benda-benda peninggalan sejarah, pembuatan iklan dan film, dan lain sebagainya. Selain itu, aplikasi holografi lain ialah holographic interferometry, holographic optical element (HOE), dan holographic memory.
1.      Holographic Interferometry
Holographic interferometry adalah aplikasi dari teknologi holografi yang memungkinkan kita untuk membuat replika atau tiruan visual suatu benda, beserta efeknya. Dengan teknik ini, objek akan mengalami dua kali pencahayaan. Sehingga visualisasi suatu benda dapat bervariasi. Pada proses pencahayaan yang pertama, objek harus dalam keadaan diam, tidak boleh bergerak.
Pada proses pencahayaan yang kedua, objek tadi menjadi subjek untuk memberikan bentuk-betuk fisik sesuai dengan wujud asli objek tersebut. Kemudian sepanjang proses tadi, hologram akan melukiskan sejumlah garis, baik garis tepi maupun garis diagonal yang melewati objek. Garis-garis itu  kemudian akan menjelma menjadi garis-garis kontur serupa pada sebuah peta. Peta visual ini sangat bergantung pada garis tepi, sebab garis tepi lah yang memberi bentuk-bentuk fisik. Bila terjadi kesalahan pada proses yang pertama, maka hal itu akan mempengaruhi pembuatan peta visualnya.
Holographic interferometry terdiri atas tiga tipe, yaitu :
a.       Frozen fringe
b.      Life Fringe
c.       Time averaged
Holographic interferometry sudah banyak digunakan di industri manufaktur. Kegunaannya ialah untuk menginpeksi kerusakan atau kegagalan pada produk. Subjeknya ialah logam dan bahan nonlogam. Material ini digunakan untuk menguji adanya kemungkinan-kemungkinan kerusakan.
2.      Holographic Optical Element (HOE)
Holographic optical element ialah salah satu jenis dari elemen optis difraktif. HOE dapat mengganti suatu sistem optik dengan komponen optik ganda, seperti lensa, kaca, [beam splitters], dan prisma. HOE sangat bermanfaat bila terjadi ketidaksesuaian dan ketidakseimbangan komponen optik suatu benda.
Kini hadir teknologi DOE (Diffractive Optical Element) sebagai kelanjutan dari HOE. Pada DOE, gelombang cahaya yang datang tidak lagi dibengkokan, melainkan dipecah menjadi puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan gelombang. Gelombang-gelombang tadi nantinya akan meyatu kembali dan membentuk sebuah gelombang lengkap yang baru.
Aplikasi HOE dan DOE antara lain sebagai berikut :
a.       Sistem komunikasi dengan media optic
b.      CD (compact disk) (cakram kompak)
c.       Aplikasi-aplikasi arsitektural (seni bangunan)
d.      Finger print sensor (sensor sidik jari)
e.       Proses pengolahan informasi
3.      Holographic Memory
Perkembangan teknologi holografi turut merambah ke sistem penyimpanan data. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan media penyimpanan data dengan kapasitas yang lebih besar. Media-media penyimpanan yang mengadopsi prinsip-prinsip holografis disebut dengan holographic memory. Pada dasarnya, teknologi holographic memory memanfaatkan cahaya untuk menyimpan dan membaca kembali data atau informasi. Sinar Laser (singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) yang bersifat monokromatik dan koheren dilewatkan pada sebuah alat yang disebut ‘beam splitter’. Splitter ini ‘memecah’ sinar LASER menjadi dua, yang pertama disebut sinar sinyal atau sinar tujuan, yang kedua disebut sinar acuan. Disebut sinar tujuan karena sinar ini membawa kode informasi atau obyek yang akan disimpan. Disebut sinar acuan karena merupakan sinar yang dirancang sedemikian rupa, sehingga mudah dan sederhana untuk direproduksi karena digunakan sebagai referensi.
Salah satu contoh dari holographic memory ialah kepingan holografis. Para peneliti tengah berusaha mengembangkan kepingan (CD) yang memiliki muatan penyimpanan holografis, sehingga dapat menyimpan informasi dengan ukuran terabit. Hal ini dikarenakan pengepakan data menjadi lebih  mapat dibandingkan teknologi optis konvensional seperti yang digunakan pada DVD dan Blu-Ray. Bayangkan satu keping cakram optis, dengan ketebalan cakram 1,5mm, mampu menyimpan data sebesar 200 GB.
Holographic memory memiliki beberapa keunggulan dibandingkan media penyimpanan lain, antara lain sebagai berikut : Holographic memory dapat menyimpan data 2 dimensi, 3 dimensi, dan juga data digital. Kapasitas penyimpanan data lebih besar, dapat mencapai 27 kali lebih besar dari kapasitas DVD yang kita pakai saat ini. Proses pembacaan data lebih cepat, yakni 25 kali lebih cepat daripada DVD  (Adnan.2013)..

  1. Kelebihan dan Kekurangan Hologram Manusia
1.      Kelebihan Hologram Manusia
a.       Menghemat tenaga, karena ada bagian tertentu dari pekerjaan karyawan Bandar Udara yang bisa dilakukan oleh hologram manusia sehingga dapat menghemat tenaga dari karyawan Bandar Udara
b.      Mempermudah pekerjaan, karena karyawan Bandar Udara bisa melakukan aktivitas lain karena sebagian aktivitasnya sudah digantikan oleh hologram manusia tersebut.
2.      Kekurangan Hologram Manusia
a.       Hologram manusia ini sangat sulit untuk dibuat/diciptakan karena harus menggunakan teknologi canggih
b.      Bisa disalahgunakan oleh orang-orang untuk kepentingan tidak baik


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Dari Makalah penulis, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu :
1.      Hologram manusia adalah manusia yang tidak sungguhan yang dapat membantu setiap customer atau para penumpang pesawat untuk mendapatkan petunjuk atau informasi.
2.      Bandar Udara yang menggunakan manusia hologram adalah:
a.       Bandar Udara JFK, LaGuardia, dan Newark Liberty di Amerika Serikat.
b.      Bandar Udara Luton dan London di Dubai.
c.       Bandar Udara orly di Prancis.
3.      Prinsip kerja hologram manusia menggunakan prinsip holografi.
4.      Aplikasi holografi lain ialah holographic interferometry, holographic optical element (HOE), dan holographic memory
5.      Kelebihan dan Kekurangan Hologram Manusia
a.       Kelebihan hologram manusia antara lain untuk menghemat tenaga dan mempermudah pekerjaan.
b.      Kekurangan hologram manusia antara lain : hologram manusia ini sangat sulit untuk dibuat/diciptakan dan bisa disalahgunakan oleh orang-orang untuk kepentingan tidak baik.

B.     Saran
Ada beberapa saran yang diharapkan oleh penulis untuk pengembangan makalah ini selanjutnya, yaitu :
1.      Penulis mengharapkan pembaca untuk bisa membuat sebuah penelitian tentang hologram manusia.
2.      Perlu ada penelitian tentang hologram manusia.



DAFTAR PUSTAKA

Adnan. 2013. Holografi. diakses pada 24 April 2013.
Budiyanto, Joko. 2009. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Depdiknas.
FI112. 2010. Interferensi dan Difraksi. Diakses 19 April  2013 dari  www.phys.itb.ac.id/~khbasar/arsip/FI1201/Interferensidandifraksi.pdf.

Jemari, Tarian. 2011. Teknologi Virtual (manusia Hologram). Diakses 17 April 2013     

dari http://cara-mengetahui.blogspot.com/2011/08/teknologi-virtual-manusia 

             hologram.html.

Rudyansyah, A. 2004. Pembuatan Hologram Transmisi (skripsi). Semarang : Jurusan Fisika FMIPA UNDIP.

___________. 2013. Holografi. Diakses 16 April 2013 dari  http://id.wikipedia.org/       wiki/Holografi.

___________. 2013. Manusia Hologram Gantikan Petugas Bandara. Diakses 20 April  2013 dari http://www.kumpulberita.com/2011/08/manusia-hologram-gantikan-petugas.html.


Tidak ada komentar: