OUTLINE
SEMINAR
FISIKA
Tentang
HOLOGRAM MANUSIA
Oleh:
Rahman Al Hakim
1314080216
Dosen Pembimbing:
DEWI JUWITA
JURUSAN TADRIS
IPA-FISIKA
FAKULTAS TARBIYAH
DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI
IMAM BONJOL PADANG
1437 H/ 2016 M
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Teknologi
berkembang sangat cepat di dunia ini. Hampir semua hal yang ada di dunia
dihubungkan dengan teknologi. Hal yang dahulu hanya sekedar mimpi sekarang
sudah bisa jadi kenyataan. Teknologi yang berkembang tersebut bertujuan untuk
memudahkan seseorang dalam segala aspek baik untuk memperoleh informasi,
mempermudah pekerjaan maupun untuk memperindah tampilan seseorang. Berbagai
macam teknologi tersebut adalah teknologi touchscreen, wifi, hologram manusia
dan sebagainya.
Salah satu contoh teknologi yang berkembang
saat ini adalah hologram manusia. Salah satu fungsi hologram manusia adalah
untuk mempermudah pekerjaan karyawan yang berada di Bandar Udara. Sebelum
hologram manusia ini diciptakan, karyawan di Bandar Udara bekerja secara
manual. Maksudnya karyawan Bandar Udara melayani semua penumpang menggunakan
suara, gerakan tubuh dan lain-lain. Mereka melakukan itu setiap hari. Hal itu
tentu saja akan membuat karyawan tersebut letih dalam melaksanakan tugasnya.
Mengingat
hal tersebut, maka timbullah gagasan bagaimana supaya pekerjaan melayani
penumpang pesawat tidak sepenuhnya dikerjakan oleh karyawan. Dalam artian bahwa ada alat yang
digunakan untuk menggantikan pekerjaan dari karyawan Bandar Udara tersebut.
Alat ini digunakan agar karyawan Bandar Udara memiliki pekerjaan yang lebih
ringan karena mereka tidak perlu siap siaga selama 24 jam di Bandar Udara untuk
melayani penumpang. Maka, dicipatakanlah hologram manusia.
Hologram
manusia ini bukan merupakan manusia sungguhan. Hologram manusia dapat membantu
setiap customer atau para penumpang pesawat untuk mendapatkan petunjuk atau
informasi. Teknologi ini sangat efektif serta
efisien. Karyawan Bandara Udara tidak lagi berdiri selama 24 jam untuk mengarahkan dan
memberikan petunjuk kepada setiap penumpang pesawat, melainkan telah digantikan
oleh teknologi hologram manusia.
Teknologi hologram manusia ini pertama kali
digunakan oleh Bandar Udara yang ada di Inggris, dan orang-orang yang telah pergi kesana berhak menikmati dan berinteraksi sendiri dengan hologram manusia
tersebut (http://cara-mengetahui.blogspot.com/2011/08/teknologi-virtual-manusia-hologram.html).
Dari latar belakang yang telah dipaparkan, maka penulis tertarik untuk menulis makalah ini dengan judul “Hologram
Manusia”
B. Rumusan Masalah
1.
Apa itu hologram manusia?
2.
Di Bandar Udara mana saja yang menggunakan hologram manusia?
3.
Bagaimana prinsip kerja hologram manusia?
4.
Bagaimana proses pembuatan hologram?
5.
Bagaimana hasil pembuatan hologram?
6.
Apa kelebihan dan kekurangan hologram manusia?
7.
Apa aplikasi hologram selain hologram manusia?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang diatas maka
penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui:
1.
Pengertian hologram manusia
2.
Bandar Udara yang menggunakan hologram manusia
3.
Prinsip kerja hologram manusia
4.
Proses pembuatan hologram
5.
Hasil pembuatan hologram
6.
Kelebihan dan kelemahan hologram manusia
7.
Aplikasi hologram selain hologram manusia
D. Manfaat Penulisan
Berdasarkan latar belakang yang
dipaparkan, manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini antara lain:
1. Pengalaman dan bekal pengetahuan bagi penulis dalam menulis ilmiah di masa yang akan datang
2. Sebagai sumber informasi untuk pembelajaran fisika khususnya difraksi dan interferensi
3. Salah satu syarat untuk menyelesaikan mata
kuliah seminar fisika di jurusan T-IPA FISIKA
IAIN IMAMBONJOL PADANG
BAB II
KAJIAN TEORITIS
A. Pengertian Hologram
Hologram adalah produk dari teknologi
holografi. Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan
dalam bentuk mikroskopik. Hologram bertindak sebagai gudang informasi optik.
Informasi-informasi optik itu kemudian akan membentuk suatu gambar, pemandangan,
atau adegan.
Hologram merupakan jelmaan dari gudang
informasi (information storage) yang mutakhir. Kelebihan hologram ialah
ia mampu menyimpan informasi, yang didalamnya memuat objek-objek 3 dimensi
(3D). Tidak hanya objek-objek yang biasa terdapat di foto atau gambar pada
umumnya. Hal itu disebabkan prinsip kerja hologram tidak sesederhana lensa
fotografi. Hologram menggunakan prinsip-prinsip difraksi dan interferensi, yang
merupakan bagian dari fenomena gelombang.
B.
Difraksi
Difraksi adalah peristiwa pembelokan gelombang saat melewati suatu
objek (misalnya berupa rintangan ataupun celah). Seperti yang telihat pada
gambar.1 di bawah ini.

Gambar 1. Perbedaan Difraksi dan Tidak
Terdifraksi
(www.phys.itb.ac.id/~khbasar/arsip/FI1201/Interferensidandifraksi.pdf)
Berdasarkan gambar 1 dapat disimpulkan bahwa apabila tidak terjadi
pembelokan gelombang, maka difraksi tidak akan terjadi tetapi jika terjadi
pembelokan gelombang pada objek tertentu maka itulah yang dinamakan difraksi.
Senada dengan Menurut Budiyanto (2009:27) menyatakan bahwa
difraksi dapat diartikan sebagai peristiwa penyebaran atau pembelokan gelombang
pada saat gelombang tersebut melintas melalui bukaan atau mengelilingi ujung penghalang.
Besarnya difraksi bergantung pada ukuran penghalang dan panjang gelombang,
seperti pada Gambar 2. Makin kecil panghalang dibandingkan panjang gelombang
dari gelombang itu, makin besar pembelokannya.

Gambar 2. Difraksi gelombang:
a) pada celah lebar b)
pada celah sempit
Dari gambar 2 dapat disimpulkan bahwa untuk celah lebar, maka
sinar gelombang difraksi akan diteruskan saja ke satu arah sedangkan untuk
celah sempit, maka sinar gelombang difraksi akan melewati celah tersebut dan diteruskan ke segala arah.
Berdasarkan prinsip Huygen, gelombang yang melewati celah dapat
terdiri dari banyak sumber. Jika posisi layar dianggap sangat jauh dibandingkan
dengan lebar celah a, maka berkas-berkas gelombang tersebut dapat dianggap
sejajar seperti terlihat pada gambar 3.

Gambar 3. Berkas-berkas gelombang ketika layar sangat jauh
disbanding lebar celah a
(www.phys.itb.ac.id/~khbasar/arsip/FI1201/Interferensidandifraksi.pdf)
Dari gambar 3 dapat dilihat bahwa lebar celah a dan terdiri dari 4
sumber gelombang seperti yang terlihat pada gambar 4
. 

Gambar 4. Lebar celah a terdiri dari 4
sumber gelombang
(www.phys.itb.ac.id/~khbasar/arsip/FI1201/Interferensidandifraksi.pdf)
Dari gambar 4 dapat diartikan bahwa jika gelombang 1 dan 3 panjang
lintasannya berbeda sebesar l/2, maka kedua gelombang ini akan menghasilkan
interferensi destruktif. Hal yang sama juga akan terjadi untuk gelombang 2 dan
4.
C. Interferensi
Menurut Budiyanto (2009:27) menyatakan bahwa
inteferensi gelombang adalah peristiwa perpaduan dua gelombang yang
koheren yaitu dua gelombang yang memiliki frekuensi dan selisih fase
tetap.
Ada dua macam peristiwa interferensi yaitu :
- Interferensi konstruktif, yaitu interferensi yang saling menguatkan
- Interferensi destruktif, yaitu interferensi yang saling melemahkan
Interferensi cahaya
terjadi jika dua (atau lebih) berkas cahaya koheren dipadukan. Dua berkas
cahaya disebut koheren jika kedua cahaya itu memeiliki beda fase tetap.
Interferensi destruktif (saling melemahkan) terjadi jika kedua gelombang cahaya
berbeda fase 180o. Sedangkan interferensi
konstruktif(saling menguatkan) terjadi jika kedua gelombang cahaya sefase atau
beda fasenya nol. Interferensi destruktif maupun interferensi konstruktif dapat
diamati pada pola interferensi yang terjadi.
Pola interferensi dua
cahaya diselidiki oleh Fresnel dan Young. Fresnel melakukan percobaan
interferensi dengan menggunakan rangkaian dua cermin datar untuk menghasilkan
dua sumber cahaya kohern dan sebuah sumber cahaya di depan cermin. Young
menggunakan celah ganda untuk menghasilkan dua sumber cahaya koheren (http://niluh-ayu.blogspot.com/2012/11/interferensi-gelombang-dan-difraksi.html).
Ada beberapa contoh interferensi.
Salah satunya adalah interferensi pada tali seperti yang terlihat pada gambar
5.

Gambar 5.
Interferensi pada tali
Budiyanto
(2009:27)
Dari gambar 5 dapat kita simpulkan bahwa pada gelombang tali, jika
dua buah gelombang tali merambat berlawanan arah, saat bertemu keduanya
melakukan interferensi. Setelah itu, masing-masing melanjutkan perjalanannya
seperti semula tanpa terpengaruh sedikit pun dengan peristiwa interferensi yang
baru dialaminya. Sifat khas ini hanya dimiliki oleh gelombang.
D.
Karakteristik Hologram
Hologram memiliki karakteristik yang unik.
Beberapa diantaranya yaitu:
1.
Cahaya yang sampai ke mata pengamat, yang berasal dari gambar yang
direkonstruksi dari sebuah hologram adalah sama dengan cahaya yang berasal dari
objek aslinya. Seseorang dalam melihat gambar hologram dapat melihat kedalaman,
paralaks, dan berbagai perspektif berbeda seperti yang ada pada skema
pemandangan yang sebenarnya.
2.
Hologram dari suatu objek yang tersebar dapat direkonstruksi dari bagian
kecil hologram. Jika sebuah hologram pecah berkeping-keping, masing-masing
bagian dapat digunakan untuk mereproduksi lagi keseluruhan gambar. Walau
bagaimanapun, penyusutan dari ukuran hologram, dapat menyebabkan penurunan perspektif
dari gambar, resolusi, dan tingkat kecerahan dari gambar.
3.
Dari sebuah hologram dapat direkonstruksi dua jenis gambar, biasanya
gambar nyata (pseudoscopic) dan gambar maya (orthoscopic)
4.
Sebuah hologram tabung dapat memberikan pandangan 360 derajat dari
objek.
5.
Lebih dari satu gambar independen yang dapat disimpan dalam satu pelat
fotografi yang sama yang dapat dilihat dari satu per satu dalam satu kesempatan
(Adnan.2013).
E.
Penyimpangan Hologram
Hologram dapat menderita penyimpangan yang
disebabkan oleh konstruksi satu ke rekonstruksi berikutnya serta oleh
ketidaksesuaian referensi dan rekonstruksi sinar. Penyimpangan pada hologram
kromatik dan nonkromatik, keduanya sama-sama merupakan penyimpangan yang serius
walaupun hanya sebuah penyimpangan dari geometri perekaman yang ada pada
rekonstruksi geometri (http://id.wikipedia.org/wiki/Holografi).
F.
Gambar Orthoscopic dan
Pseudoscopic
Sebuah hologram dapat merekonstruksi dua
gambar, yang nyata dan maya (replika dari objek). Namun, dua gambar tersebut
berbeda dalam tampilannya di mata pengamat.
1.
Gambar Orthoscopic
Gambar maya diproduksi dengan posisi yang
sama dengan objek dan memiliki tampilan yang sama pada kedalaman dan paralaks
dengan objek tiga dimensi yang sebenarnya. Gambar maya terlihat seolah-olah pengamat
melihat objek asli melalui jendela yang ditentukan oleh ukuran dari hologram.
2.
Gambar Pseudoscopic
Gambar nyata terbentuk dengan jarak yang
sama dari hologram, tetapi berada didepannya serta kedalaman gambarnya
terbalik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa titik-titik yang bersesuaian pada
kedua gambar (nyata dan maya) terletak pada jarak yang sama dari hologram.
Gambar nyata ini dikenal sebagai pseudoscopic. Gambar ini sangat tidak nyaman
untuk dilihat karena memang kita tidak terbiasa melihat gambar terbalik dalam
kehidupan normal. Gambar tersebut tidak dapat diubah dengan teknik-teknik
optika sampai baru-baru ini. Kini, sudah memungkinkan untuk mengkonjugasikan
gelombang muka (inggris: wavefront) dengan menggunakan teknik konjugasi fase
optik. Gelombang muka ini memiliki aplikasi yang potensial dalam mengoreksi
efek dari penyimpangan media pada pencitraan optik.
Sebuah hologram yang terekam oleh lensa
atau sebuah cermin cekung, dapat menghasilkan sebuah bayangan nyata orthoscopic
dari objek. Bayangan nyata orthoscopic dari objek ini juga dapat diciptakan
dengan cara merekam dua hologram secara berturut-turut. Tahap pertama, hologram
utama direkam dengan menggunakan sinar acuan. Hologram ini, saat direkonstruksi
oleh sinar, menghasilkan sebuah gambar maya dan gambar nyata dengan pembesaran
unit. Kemudian, hologram ini direkam dengan menggunakan gambar nyata dari
hologram utama sebagai sinar objek. Pada saat hologram ini sudah
terekonstruksi, akan menghasilkan bayangan maya pseudoscopic dan bayangan nyata
orthoscopic (Adnan.2013).
G.
Klasifikasi Hologram
Hologram, dapat diklasifikasikan dalam
beberapa cara tergantung pada ketebalan, metode perekaman, metode rekonstruksi
dan lain sebagainya.
1.
Klasifikasi Berdasarkan Amplitudo dan Fase
Hologram
Sebuah hologram, tipe penyerapannya ada
yang menghasilkan perubahan pada amplitudo dari sinar rekonstruksinya. Jenis
fase dari hologram ini menghasilkan fase perubahan pada sinar rekonstruksi
dikarenakan variasi dari indeks bias atau ketebalan dari medium. Fase hologram, memiliki keuntungan lebih daripada
amplitudo hologram dalam hal pemborosan energi di dalam medium hologram serta
efisiensi penguraian yang lebih tinggi. Hologram yang direkam dalam emulsi
fotografik merubah baik amplitudo dan fase dari menerangi gelombang. Bentuk
dari rencana kerangka perekaman ini tergantung dari fase relative dari
pencampuran sinar. Akibatnya, gelombang yang terekonstruksi terefleksi ke
hologram yang sesuai dengan kepadatan perak yang tersimpan dengan variasi
amplitudonya sebanding dengan amlpitudo dari objek. Demikian pula dengan fase
gelombang rekonstruksi, yang dimodulasikan sebanding dengan fase dari gelombang
objek. Jadi, baik amplitudo dan fase dari gelombang objek merupakan reproduksi.
2.
Klasifikasi Berdasarkan Ketebalan Hologram
Hologram bisa berbentuk tipis (bidang)
atau tebal (isi). Sebuah parameter Q dapat digunakan untuk membedakan antara
hologram tipis dan tebal. Sebuah hologram dapat dikatakan tipis apabila Q <
1. Hal ini telah dibuktikan bahwa hologram tipis yang ditambah dengan teori
gelombang berlaku untuk nilai Q urutan 1. Jadi, kriteria dari Q tidak selalu
cukup. Sebuah hologram mungkin juga disebut tipis jika emulsi ketebalannya
lebih rendah dari jarak tepi. Hologram seperti ini menghasilkan beberapa
ketentuan (i) ketentuan 0 jika sinar acuan ditransmisikan secara langsung, (ii)
ketentuan 1 jika penyebaran menghasilkan bayangan maya, (iii) ketentuan -1 jika
penyebaran sama dengan intensitas untuk ketentuan 1 menghasilkan gambar
konjugasi dan (iv) lebih besar dari 1 jika ada penurunan intensitas.
Sebuah hologram yang bervolume (tebal)
dapat dikatakan sebagai superposisi dari tiga dimensi rekaman terukur pada
kedalaman dari emulsi menurut hukum Bragg. Rencana pengukuran pada volume
hologram menghasilkan perubahan maksimal pada indeks bias dan atau indeks
penyerapan. Kesimpulan dari hukum Bragg adalah volume hologram merekonstruksi
bayangan maya pada posisi asli dari objek jika sinar rekonstruksi bertepatan
dengan sinar acuan. Namun, bagaimanapun juga gambar konjugasi dan ketentuan
penyebaran yang lebih tinggi tidak termasuk disini
(http://id.wikipedia.org/wiki/Holografi).
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Hologram Manusia
Hologram manusia tidak merupakan manusia sungguhan. Hologram
manusia dapat
membantu setiap customer atau para penumpang pesawat untuk
mendapatkan petunjuk atau informasi. Teknologi ini sangat
efektif serta efisien tentunya. Karyawan Bandar Udara tersebut
tidak lagi berdiri selama 24 jam untuk mengarahkan dan memberikan petunjuk
kepada setiap penumpang pesawat, melainkan saat ini telah di gantikan oleh
teknologi virtual hologram manusia. Sebenarnya hologram manusia ini perdana digunakan oleh
bandar udara yang ada di Inggris, dan sudah menjadi ketentuan seluruh dunia
akan menikmati dan berinteraksi sendiri dengan manusia hologram tersebut
(cara-mengetahui.blogspot.com/2011/08/teknologi-virtual-manusia-hologram.html).
B.
Bandar Udara Yang Menggunakan Hologram Manusia
Hologram manusia
digunakan oleh Bandar Udara yang memiliki penumpang pesawat yang sangat banyak
untuk mempermudah pekerjaan karyawan di Bandar Udara tersebut.
Beberapa Bandar
Udara yang menggunakan hologram manusia adalah sebagai berikut:
1.
Bandar Udara JFK, LaGuardia, dan Newark Liberty
Bandar Udara JFK, LaGuardia, dan
Newark Liberty merupakan Bandar Udara yang terletak di Amerika Serikat.
Bentuk hologram manusia di Bandar-bandar Udara tersebut dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 6. Avatar yang melayani penumpang pesawat
Dari gambar 6 terlihat seorang wanita cantik yang
sedang memegang pasport. Namanya adalah avatar. Avatar bukanlah manusia
sungguhan tetapi merupakan hologram manusia. Avatar adalah
seorang hologram manusia yang akan
menjadi customer service di Bandara JFK, LaGuardia, dan Newark Liberty Amerika
Serikat. AVA akan membantu para wisatawan mulai Juli 2012 di bandara tersebut.
Program AVA akan dibedakan sesuai dengan bandara tempat dia
berada. Namun, avatar ini akan mengenakan seragam dan memberikan informasi umum
yang sama. Para penumpang bandara dapat menanyakan kepada AVA mengenai letak
toilet dan restoran terdekat yang ada di bandara tersebut (http://mobile.griyawisata.com/nasional).
2.
Bandar Udara Luton dan London
Bandar Udara Luton dan London merupakan Bandar Udara yang terletak
di Dubai. Bandar Udara ini juga menggunakan hologram manusia yang bernama
Avatar. Avatar ini menarik perhatian orang-orang, bentuknya sangat mirip dengan
manusia asli.
Kehadiran AVA sangat membantu petugas bandara, terutama dengan
padatnya lalu lintas bandara saat ini. Dengan AVA membantu petugas melayani
penumpang, para petugas bandara asli dapat fokus di belakang meja memberikan
layanan terbaik.
AVA dibeli oleh ketiga bandara tersebut seharga Rp 600 juta per
avatarnya. AVA akan melayani bandara-bandara tersebut, yang setiap tahunnya
melayani lebih dari 106 juta penumpang per tahun (http://mobile.griyawisata.com)
3. Bandar Udara Orly
Bandar Udara Orly
Prancis merupakan Bandar Udara yang terletak di Prancis. Hologram manusia yang
bertugas sebagai petugas bandara di Paris, Prancis dapat dilihat pada gambar 6.
Gambar 6. Hologram Manusia Di Bandar Udara
Orly
Dari Gambar 6 terlihat aktivitas hologram
manusia yang sedang memberikan layanan terbaiknya kepada penumpang pesawat.
Hologram manusia ini akan melayani semua pengunjung dengan ramah. Hologram manusia mengganti para petugas pintu gerbang bandara dengan proyeksi
holograph yang tampak seperti manusia asli.
Yang
menarik, para petugas ini diklaim akan lebih sabar melayani para pengunjung.
Mereka tidak mudah mengeluh dan berusaha memberikan pelayanan terbaik. Ketika
tiba waktunya, Anda harus melewati boarding pass, seorang petugas bandara--kali
ini yang sungguhan akan menekan sebuah tombol untuk menyalakan hologram manusia.
Selanjutnya, hologram manusia akan mengerjakan tugas petugas bandara, yakni menyambut
calon penumpang dan memberitahukan informasi tentang status penerbangan (http://www.kumpulberita.com/2011/08/manusia-hologram-gantikan-petugas.html)
C. Prinsip Kerja
Hologram Manusia
Prinsip kerja hologram manusia menggunakan prinsip holografi. Holografi adalah rekaman suara di mana
bidang bunyi dikodekan sedemikian rupa agar di kemudian hari dapat
direproduksikan. Dalam holografi, sebagian dari sinar yang tersebar dari objek
atau sekumpulan objek jatuh di atas media perekam. Sinar kedua, yang dikenal
sebagai sinar acuan, juga menerangi media perekam sehingga terjadi gangguan
antara kedua sinar tersebut. Hasil dari bidang cahaya tersebut adalah sebuah
pola acak dengan intensitas yang bervariasi yang disebut hologram. Dapat
ditunjukkan bahwa jika hologram diterangi oleh sinar acuan asli, sebuah bidang
cahaya terdifraksi oleh sinar acuan yang mana identik dengan bidang cahaya yang
disebarkan oleh objek atau objek-objek. Dengan demikian, seseorang yang
memandang ke hologram tetap dapat
‘melihat’ objek walaupun objek tersebut mungkin sudah tidak ada lagi. Berbagai
variasi bahan rekaman yang juga dapat digunakan, termasuk Variasi Film fotografis (http://id.wikipedia.org/wiki/Holografi).
D.
Proses Pembuatan Hologram
Pembuatan hologram
dibagi dalam tiga tahap, pertama proses perekaman, pencucian dan terakhir
rekonstruksi hologram.
1.
Proses Perekaman
Dalam proses perekaman digunakan sumber
laser He-Ne, dengan daya 15 mW dan media perekam Agfa Geveart yang beresolusi
5000 garis/mm. Skema perekaman hologram transmisi dapat dilihat pada gambar 7
di bawah ini.

Gambar 7. Skema Perekaman Holografi
Transmisi
(Rudyansyah.2004)
Keterangan
gambar :
L = Laser
S1 = S2 = Shutter
C1 = C2 = C3 = Cermin
LO = Lensa Objektif
LC = Lensa Objektif
O = Objek
BS = Beam splitter (pembagi berkas)
MP = Media Perekam
BS dengan C3 berjarak 45 cm
BS dengan C2 berjarak 35 cm
C2 dengan MP berjarak 40 cm
O dengan MP berjarak 10 cm
C3 dengan O berjarak 20 cm
2. Proses
Pencucian
Tahap kedua adalah proses pencucian, yang identik dengan pencucian
fotografi konvensional. Secara garis besar digunakan larutan developer Kodak
D-19, untuk membangkitkan bayangan laten pada perak bromida dan larutan fixing,
untuk menetapkan bayangan yang telah dibangkitkan developer digunakan
larutan Acifix. Detail rujukan dan semua pembuatan larutan untuk pencucian
digunakan rujukan pada referensi
3. Proses
Rekonstruksi
Tahap ketiga adalah rekonstruksi hologram, secara skematis dapat
dilihat pada gambar 8 berikut.

Gambar
8. Skema Rekonstruksi Hologram Transmisi
(Rudyansyah.2004)
Pada rekonstruksi bayangan di dapatkan dengan jalan menghentikan
jalan berkas objek pada gambar 8. Pengamat akan mengamati bayangan sesuai
dengan sudut pada waktu perekaman dan mendapatkan bayangan maya di tempat objek
saat perekaman.
E.
Hasil Pembuatan Hologram
1.
Hasil Perekaman
Pada gambar 9 ditunjukkan foto hasil perekaman setelah dicuci
sesuai waktu eksposurnya. Perekaman yang dilakukan antara waktu eksposur 5
sampai 7 detik berwarna hijau transparan (bening) seperti ditunjukkan gambar
(9.a), ini menunjukkan kurangnya waktu eksposur. Untuk perekaman dengan waktu
eksposur 8 sampai 10 detik media perekam berwarna hijau seperti ditunjukkan
gambar (9.b), sedangkan perekaman dengan waktu yang lebih lama 11 sampai 13
detik berwarna hitam seperti terbakar ditunjukkan gambar (9.c).

Gambar 9. Foto hasil perekaman pada media perekam (a) foto
dengan waktu eksposur 5-7 detik, (b) foto dengan waktu eksposur 8-10 detik dan
(c) foto dengan waktu eksposur 11-13 detik.
(Rudyansya.2004)
2.
Hasil Rekonstruksi
Pada gambar (10.a) ditunjukkan foto asli dari objek, yang
tidak akan ditemukan sudut-sudut pembentukan baru yang menyebabkan gambar
tiga dimensi. Untuk hasil rekonstruksi hologram transmisi yang
difoto seperti gambar (10.b). Bayangan objek mempunyai sisi tiga
dimensi karena didapat pendekatan perspektif baru. Bila pandangan
diarahkan ke samping kanan bayangan bergerak ke kanan begitu pula bila
pandangan ke arah kiri, atas dan bawah mengikuti gerakan arah pandangan.
Bayangan pada hologram terlihat mengapung pada suatu ruangan berlatar
merah layaknya warna laser Helium-Neon. Pada bayangan hanya bagian
yang menghamburkan cahaya laser yang terekam pada media perekam.

Gambar (5) Foto objek asli tampak depan (a) di foto
dengan ASA 400 Fuji Film dan foto hasil rekonstruksi hologram transmisi
(b) di foto dengan New SHD 100.
(Rudyansyah.2004)
Hologram yang diputar secara horizontal lalu direkonstruksi maka
bayangan yang ada akan terbalik juga bila diputar searah vertikal akan
menyebabkan bayangan terbalik. Arah perekaman berkas referensi sangat
menentukan saat rekonstrukai karena apabila rekonstruksi dalam sudut yang
berlawanan dengan arah berkas referensi maka bayangan terbalik.
3.
Pemotongan Hologram
Hologram transmisi yang dipotong menjadi dua bagian sehingga
menjadi kecil dan salah satunya dipotong lagi menjadi dua bagian. Hasil
potongan ini kemudian direkonstruksi hasil yang di dapat adalah potongan
hologram tetap menghasilkan bayangan objek yang utuh. Karakteristik ini
disebabkan tiap bagian dari hologram transmisi mempunyai keseluruhan informasi
mengenai bentuk dan volume dari objek yang direkam.
Berbeda sekali dengan fotografi, bila hasil foto seperti pada
gambar 10. dipotong atau dirobek maka akan hilang informasi mengenai gambar
tersebut yang berarti tiap bagian tidak mempunyai keutuhan informasi objek.
(Rudyansyah.2004).
F.
Aplikasi Hologram Selain Hologram Manusia
Aplikasi teknik holografi telah tersebar ke berbagai aspek
kehidupan. Holografi memudahkan manusia dalam mengabadikan karya-karya seni dan
benda-benda peninggalan sejarah, pembuatan iklan dan film, dan lain sebagainya.
Selain itu, aplikasi holografi lain ialah holographic interferometry, holographic
optical element (HOE), dan holographic memory.
1.
Holographic
Interferometry
Holographic interferometry adalah aplikasi dari teknologi holografi yang memungkinkan
kita untuk membuat replika atau
tiruan visual suatu benda, beserta
efeknya. Dengan teknik ini, objek akan mengalami
dua kali pencahayaan. Sehingga visualisasi
suatu benda dapat bervariasi. Pada
proses pencahayaan yang pertama, objek harus
dalam keadaan diam, tidak boleh bergerak.
Pada proses pencahayaan yang kedua, objek tadi menjadi subjek untuk memberikan
bentuk-betuk fisik sesuai dengan
wujud asli objek tersebut. Kemudian
sepanjang proses tadi, hologram akan melukiskan
sejumlah garis, baik garis tepi maupun garis diagonal yang melewati objek.
Garis-garis itu kemudian akan menjelma
menjadi garis-garis kontur serupa pada sebuah peta. Peta visual ini sangat
bergantung pada garis tepi, sebab garis tepi lah yang memberi bentuk-bentuk
fisik. Bila terjadi kesalahan pada proses yang pertama, maka hal itu akan
mempengaruhi pembuatan peta visualnya.
Holographic interferometry terdiri atas tiga tipe, yaitu :
a. Frozen
fringe
b. Life
Fringe
c. Time
averaged
Holographic interferometry sudah banyak digunakan di industri
manufaktur. Kegunaannya ialah untuk menginpeksi kerusakan atau kegagalan pada
produk. Subjeknya ialah logam dan bahan nonlogam. Material ini digunakan untuk
menguji adanya kemungkinan-kemungkinan kerusakan.
2.
Holographic Optical
Element (HOE)
Holographic optical element ialah salah satu jenis dari elemen optis difraktif. HOE
dapat mengganti suatu sistem
optik dengan komponen optik ganda, seperti
lensa, kaca, [beam splitters], dan prisma. HOE sangat bermanfaat bila terjadi ketidaksesuaian dan ketidakseimbangan komponen optik
suatu benda.
Kini hadir teknologi DOE (Diffractive Optical Element) sebagai kelanjutan dari HOE.
Pada DOE, gelombang cahaya yang
datang tidak lagi dibengkokan,
melainkan dipecah menjadi puluhan, ratusan,
atau bahkan ribuan gelombang. Gelombang-gelombang
tadi nantinya akan meyatu kembali
dan membentuk sebuah gelombang lengkap
yang baru.
Aplikasi HOE dan DOE antara lain sebagai berikut :
a. Sistem
komunikasi dengan media optic
b. CD
(compact disk) (cakram kompak)
c. Aplikasi-aplikasi
arsitektural (seni bangunan)
d. Finger
print sensor (sensor sidik jari)
e. Proses
pengolahan informasi
3.
Holographic Memory
Perkembangan teknologi holografi turut merambah ke sistem penyimpanan data. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan media penyimpanan data dengan kapasitas
yang lebih besar. Media-media
penyimpanan yang mengadopsi
prinsip-prinsip holografis disebut dengan
holographic memory. Pada
dasarnya, teknologi holographic memory memanfaatkan
cahaya untuk menyimpan dan membaca kembali data atau informasi. Sinar Laser
(singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) yang
bersifat monokromatik dan koheren dilewatkan pada sebuah alat yang disebut
‘beam splitter’. Splitter ini ‘memecah’ sinar LASER menjadi dua, yang pertama
disebut sinar sinyal atau sinar tujuan, yang kedua disebut sinar acuan. Disebut
sinar tujuan karena sinar ini membawa kode informasi atau obyek yang akan
disimpan. Disebut sinar acuan karena merupakan sinar yang dirancang sedemikian
rupa, sehingga mudah dan sederhana untuk direproduksi karena digunakan sebagai
referensi.
Salah satu contoh dari holographic memory ialah kepingan
holografis. Para peneliti tengah berusaha mengembangkan kepingan (CD) yang
memiliki muatan penyimpanan holografis, sehingga dapat menyimpan informasi
dengan ukuran terabit. Hal ini dikarenakan pengepakan data menjadi lebih mapat dibandingkan teknologi optis
konvensional seperti yang digunakan pada DVD dan Blu-Ray. Bayangkan satu keping
cakram optis, dengan ketebalan cakram 1,5mm, mampu menyimpan data sebesar 200
GB.
Holographic memory memiliki beberapa keunggulan dibandingkan media
penyimpanan lain, antara lain sebagai berikut : Holographic memory dapat
menyimpan data 2 dimensi, 3 dimensi, dan juga data digital. Kapasitas
penyimpanan data lebih besar, dapat mencapai 27 kali lebih besar dari kapasitas
DVD yang kita pakai saat ini. Proses pembacaan data lebih cepat, yakni 25 kali
lebih cepat daripada DVD (Adnan.2013)..
- Kelebihan dan Kekurangan Hologram Manusia
1. Kelebihan
Hologram Manusia
a.
Menghemat tenaga, karena ada bagian tertentu dari
pekerjaan karyawan Bandar Udara yang bisa dilakukan oleh hologram manusia
sehingga dapat menghemat tenaga dari karyawan Bandar Udara
b.
Mempermudah pekerjaan, karena karyawan Bandar Udara bisa melakukan
aktivitas lain karena sebagian aktivitasnya sudah digantikan oleh hologram
manusia tersebut.
2. Kekurangan
Hologram Manusia
a. Hologram
manusia ini sangat sulit untuk dibuat/diciptakan karena harus menggunakan
teknologi canggih
b. Bisa
disalahgunakan oleh orang-orang untuk kepentingan tidak baik
BAB IV
KESIMPULAN DAN
SARAN
A. Kesimpulan
Dari Makalah penulis, ada
beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu :
1.
Hologram manusia adalah manusia
yang tidak sungguhan yang dapat membantu setiap customer atau para penumpang pesawat untuk mendapatkan
petunjuk atau informasi.
2.
Bandar Udara yang
menggunakan manusia hologram adalah:
a.
Bandar Udara JFK, LaGuardia, dan Newark Liberty
di Amerika Serikat.
b.
Bandar Udara Luton dan London di Dubai.
c.
Bandar Udara orly di Prancis.
3.
Prinsip kerja hologram manusia menggunakan prinsip holografi.
4.
Aplikasi holografi lain ialah holographic
interferometry, holographic
optical element (HOE), dan holographic
memory
5.
Kelebihan dan Kekurangan Hologram Manusia
a.
Kelebihan hologram manusia antara lain untuk menghemat tenaga dan mempermudah pekerjaan.
b.
Kekurangan hologram manusia antara lain : hologram manusia ini sangat
sulit untuk dibuat/diciptakan dan bisa disalahgunakan oleh orang-orang untuk
kepentingan tidak baik.
B.
Saran
Ada
beberapa saran yang diharapkan oleh penulis untuk pengembangan makalah ini selanjutnya,
yaitu :
1.
Penulis mengharapkan pembaca
untuk bisa membuat sebuah penelitian tentang hologram manusia.
2.
Perlu ada penelitian tentang hologram manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Adnan. 2013. Holografi. diakses pada 24 April 2013.
Budiyanto, Joko. 2009. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta:
Depdiknas.
FI112. 2010. Interferensi
dan Difraksi. Diakses 19 April 2013
dari www.phys.itb.ac.id/~khbasar/arsip/FI1201/Interferensidandifraksi.pdf.
Jemari, Tarian. 2011. Teknologi Virtual (manusia Hologram). Diakses 17 April 2013
dari http://cara-mengetahui.blogspot.com/2011/08/teknologi-virtual-manusia
hologram.html.
Rudyansyah, A. 2004. Pembuatan Hologram Transmisi (skripsi).
Semarang : Jurusan Fisika
FMIPA UNDIP.
___________. 2013. Holografi. Diakses 16 April 2013 dari http://id.wikipedia.org/ wiki/Holografi.
___________. 2013. Manusia
Hologram Gantikan Petugas Bandara. Diakses 20 April 2013 dari http://www.kumpulberita.com/2011/08/manusia-hologram-gantikan-petugas.html.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar