Sabtu, 14 Mei 2016

LAPORAN BUKU MENJADI GURU PROFESIONAL



 LAPORAN BUKU


Profesi Keguruan


Tentang


MENJADI GURU PROFESIONAL





Dosen Pembimbing:

Prof. Dr. H. Syafrudin Nurdin, M.Pd

Adriantoni, M.Pd



Oleh:

Rahman Al Hakim

1314080216



JURUSAN TADRIS IPA-FISIKA

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

IMAM BONJOL PADANG

1437 H/ 2016 M



KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan buku tentang “MENJADI GURU PROFESIONAL” ini. kemudian shalawat dan salam kita curahkan kepada nabi muhammmad saw yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyah ke zaman yang berpendidikan seperti saat sekarang.

Penulis berharap kepada pembaca, mudah-mudahan laporan buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penulis sendiri. penulis menyadari bahwa tugas ini jauh dari kesempurnaan. oleh karena  itu, penulis mohon ma’af ,jika terdapat kesalahan dalam penulisannya.

Padang, 21 April 2016



Penulis













DAFTAR ISI

Kata pengantar........................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................ii
Bab I          ab I                             an
Guru
run
: Pendahuluan.....................................................................1
A.   Latar Belakang...............................................................1
B.    Tujuan Penulisan ...........................................................3
Bab II         : Pembahasan.....................................................................4
A.   Tugas Guru...................................................................4
B.    Peranan Guru................................................................5
C.    Kompetensi Guru.........................................................8
Bab III        : Penutup...........................................................................12
A.   Kesimpulan.................................................................12
B.    Saran...........................................................................12



BAB I

PENDAHULUAN

   A. Latar Belakang
Profesi  guru pada saat ini masih banyak dibicarakan orang, atau masih saja dipertanyakan orang, baik dikalangan pakar pendidikan maupun diluar pakar pendidikan. Bahkan selama dasawarsa terakhir ini hampir setiap hari, media massa khususnya media massa cetak baik harian maupun mingguan memuat berita tentang guru. Ironisnya berita-berita tersebut banyak yang cendrung melecehkan posisi guru, baik yang sifatnya menyangkut kepentingan umum sampai kepda hal-hal yang sifatnya pribadi, sedangkan dari pihak guru itu sendiri nyaris tak mampu membela diri.

Masyarakat/orang tua murid pun kadang-kadang mencemoohkan dan menuding guru tidak kompeten, tideak berkualitas dan sebagainya, manakala putra/putrinya tidak bisa menyelesaikan persoalan yang ia hadapinya sendiri atau memliki kemampuan yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Dari kalangan bisnis/industrialis pun memprotes para guru karena kualitas para lulusan dianggap kurang memuaskan bagi kepentingan perusahaannnya. Di mata murid-murid pun khususnya di sekolah-sekolah di kota-kota pada umumnya cendrung menghormati gurunya hanya karena ingin mendapat nilai yang baik atau naik kelas/lulus EBTANAS dengan peringkat tinggi tanpa kerja-keras. Tentu saja tuduhan dan protes dari berbagai kalangan tersebut akan merongrong wibawa guru, bahkan cepat atau lambat, pelan tapi pasti akan menurunkan martabat guru. Akankan demikian nasibmu wahai pahlawan tanpa tanda saja?

Sikap dan perilaku masyarakat tersebut memang bukan tanpa alasan,karena memang ada sebagian kecil oknum guru yang melanggar/menyimpang dari kode etiknya. Anehnya lagi kesalahan sekecil apapun yang diperbuat guru mengundang reaksi yang begitu hebat. Hal ini dapat dimaklumi karena dengan adanya sikap demikian menunjukkan bahwa memang guru seyogianya menjadi  panutan bagi masyarakat di sekitarnya.

Lebih dari sekedar anutan, hal inipun menunjukkan bahwa guru sampai saat ini masih dianggap eksis, sebab sampai kapanpun posisi/peran guru tidak akan bisa digantikan sekalipun dengan mesin canggih. Karena tugas guru menyangkut pembinaan sifat mental manusia yang menyangkut aspek-aspek yang bersifat manusiawi yang unik dalam arti berbeda satu dengan yang lainnya.

Hanya saja masalah sekarang, sebatas manakah pengakuan masyarakat terhadap profesi guru, sebab kenyataannya masyarakat masih tetap mengakui profesi dokter atau hakim dianggap lebih tinggi dibandingkan dengan profesi guru. Seandainya yang dijadikan ukuran tinggi rendahnya pengakuan profesional tersebut adalah keahlian dan tingkat pendidikan yang ditempuhnya, gurupun ada yang setingkat/sederajat dengan jenis profesi lain bahkan ada yang lebih. Kita akui bahwa profesi guru paling mudah tercemar dalam arti masih ada saja orang yang memaksakan diri untuk itu. Hal ini terjadi karena masih adanya pandangan sebagian masyarakat bahwa siapa pun dapat menjadi guru, asalkan ia berpengetahuan.

Rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru disebabkan oleh beberapa faktor berikut.

       1. Adanya pandangan sebagian masyarakat, bahwa siapapun dapat menjadi guru asalkkan ia berpengetahuan

      2. Kekurangan guru di daerah terpencil, memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru
         3. Banyak guru yang belum menghargai profesinya, apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Perasaan rendah diri karena menjadi guru, penyalahgunaaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya, sehingga wibawa guru semakin merosot, (Dr. Nana Sudjana, 1988).

Berdasarkan pendapat penulis kemukakan diatas, akan diajukan pertanyaan sebagai berikut :

         1. Apa sajakah yang termasuk tugas seorang guru?

       2. Apakah  peran seorang guru?
       3. Apakah kompetensi seorang guru?

Adapun permasalahan-permasalahan diatas, akan penulis coba menjawabnya melalui buku yang ditulis oleh Drs. Moh. Uzer Usman. 2011. Menjadi Guru profesional. Bandung. PT Remaja Rosdakarya. Dengan buku berwarna coklat tebal buku 154 halaman.



     B. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan buku ini ialah :

1. Sebagai syarat mata kuliah Profesi Keguruan sebagai pengganti ujian tengah semester (UTS) oleh Rahman Al Hakim dengan dosen pembimbing Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin dan Adriantoni, M.Pd

2. Menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca khususnya bagi penulis sendiri

3. Mengungkapkan bagaimana sebenarnya menjadi guru yang profesional
 


BAB II

PEMBAHASAN
A. Tugas Guru
Guru memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun diluar dinas, dalam bentuk pengabdian. Apabila kita kelompokkan terdapat tiga jenis tugas guru, yakni tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusian,dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.

Guru merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang diluar bidang kependidikan walaupun kenyataannya masih dilakukan orang diluar kependidikan. Itulah sebabnya jenis profesi ini paling mudah terkena pencemaran.

Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu penegetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.

Tugas guru dalam bidang kemanusian di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para siswanya. Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswa dalam belajar. Bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik, maka kegagalan pertama ialah ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajarannya itu kepada para siswanya. Para siswa akan enggan menghadapi guru yang tidak menarik. Pelajaran tidak dapat diserap sehingga setiap lapisan masyarakat (homoludens, homopuber, dan homo sapiens) dapat mengerti bila menghadapi guru.

Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat di lingkungannya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Ini berati bahwa guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia indonesia seutuhnya berdasarkan pancasila.

Tugas dan peran guru tidaklah terbatas didalam masyarakat, bahkan guru pada hakikatnya merupakan komponen strategis yang memilih peran yang penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa. Bahkan keberadaan guru merupakan faktor condisio quanon yang tidak mungkin digantikan oleh komponen manapun dalamkehidupanbangsa sejak dulu, terlebih-lebih pada era kontemporer ini.

Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah-tengah lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cendrung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan diri.

Semakin akurat para guru melaksanakan fungsinya, semakin terjamin tercipta dan terbinanya kesiapan dan keandalan seseorang sebagai manusia pembangunan. Dengan kata lain, potret dan wajah diri bangsa dimasa depan tercermin dari potret diri para guru masa kini, dan gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengan citra para guru ditengah-tengah masyarakat. 
B. Peran Guru dalam proses Belajar-Mengajar
            Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar-mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan oleh Adams dan Decey dalam Basic principles of student teaching, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator, dan konselor. Yang akan dikemukakan disini adalah peranan yang dianggap paling dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut.

a.       Guru Sebagai Demonstrator

Melalui peranannya sebagai demonstrator, lecturer, atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilkinya karena hal ini sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Salah satu yang harus diperhatikan oleh guru bahwa ia sendiri adalah pelajar. Ini berarti bahwa guru harus belajar terus-menerus.Dengan cara demikian ia akan memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelajar dan demonstrator sehingga mampu memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis. Maksudnya agar apa yang disampaikannya itu betul-betul dimiliki oleh anak didik.

Juga seorang guru hendaknya mampu dan terampil dalam merumuskan TPK, memahami kurikulum, dan dian sendiri sebagai sumber belajar terampil dalm memberikan informasi kepada kelas. Sebagai pengajar ia pun harus membantu  perkembangan anak didik untuk dapat menerima, memahami serta menguasai ilmu pengetahuan. Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dalam berbagai kesempatan. Akhirnya seoramng guru akan dapat memainkan peranannya sebagai pengajar denganbaik bila ia menguasai dan mampu melaksanakan keterampilan-keterampilan mengajar yang dibahas pada bab selanjutnya.

b.      Guru Sebagai pengelola Kelas

Dalamperannya sebagi pengelola kelas (learning manager), guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Pengawasan terhadapbelajar lingkungan itu turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. Lingkungan yang baik ialah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan.

Kualitas dan kuantitas belajar siswa didalam kelas bergantung pada banyak faktor, antara lain ialah guru, hubungan pribadi antara siswa dalam kelas, serta kondisi umum dan suasana didalam kelas.

Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

c.       Guru Sebagai Mediator dan Fasilitator

Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media penidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi  untuk lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar. Dengan demikian media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Guru tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang media pendidikan, tetapi juga harus memiliki keterampilan memilih danmenggunakan serta mengusahakan media itu dengan baik. Untuk itu guru perlu mengalami latihan-latihan praktik secara kontiniu dan sistematis, baik melalui pre-service maupun melalui inservice training. Memilih dan menggunakan media pedidikan harus sesuai dengan tujuan, materi, metode, evaluasi, dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan siswa.

d.      Guru sebagai Evaluatoraman yANG kediakankondisi-kondisi

Kalau kita perhatikan dunia pendidikan, akan kita ketahui bahwa setiap jenis pendidikan atau bentuk pendidikan pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan orang selalu mengadakan evaluasi, artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan, selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai, baik oleh pihak terdidik maupun oleh pihak pendidik.

Demikian pula dalam satu kali proses belajar-mengajar guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum,  dan apakah materi yang diajarkan sudah cukup tepat. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian.
C. Peran Guru Dalam Pengadministrasian
Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru  dapat berperan sebagai berikut.

a.       Pengambilan inisiatif, pengarah, dan penilaian kegiatan-kegiatan pendidikan. Hal ini berarti guru turut serta memikirkan kegiatan-kegiatan pendidikan yang direncanakan serta nilainya.

b.      Wakil masyarakat, yang berarti dalam lingkungan sekolah guru menjadi anggota suatu masyarakat.

c.       Orang yang ahli dalam mata pelajaran. Guru bertanggung jawab untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi muda berupa pengetahuan.

d.      Penegak disiplin, guru harus menjaga agar tercapai suatu disiplin.

e.       Pelaksana administrasi pendidikan, disamping menjadi pengajar, guru pun bertanggung jawab akan kelancaran jalannya pendidikan ia harus mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan administrasi.

f.        Pemimpin generasi muda, masa depan  generasi muda terletak di tangan guru.

g.      Penerjemah kepada masyarakat, artinya guru berperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan dunia sekitar kepada masyarakat, khususnya masalah-masalah pendidikan.


D. Peran Guru Secara Pribadi
Dilihat dari segi dirinya sendiri (Self Oriented), seorang guru harus berperan sebagai berikut.

a.       Petugas sosial, yaitu seorang yang harus membantu untuk kepentingan masyarakat.

b.      Pelajar dan ilmuwan, yaitu senantiasa terus-menerus menuntut ilmu pengetahuan.

c.       Orang tua, yaitu mewakili orang tua murid di sekolah dalam pendidikan anaknya.

d.      Pencari teladan, yaitu yang senantiasa mencarikan rasa aman bagi siswa.

      E. Peran Guru Secara Psikologis

Peran guru secara psikilogis, guru di pandang sebagai berikut.

a.       Ahli psikologi pendidikan, yaitu petugas psikologi dalam pendidikan, yang melaksanakan tugasnya atas dasar prinsip-prinsip psikologi.

b.      Seniman dalam hubugan antar manusia (artist in human relation), yaitu orang yang mampu membuat hubungan antar manusia untuk tujuan tertenrtu, dengan menggunakan teknik tertentu, khususnya dalam kegiatan pendidikan.

c.       Pembentuk kelompok sebagai jalan atau alat dalam pendidikan.

d.      Catalytik agent, yaitu orang yang mempunyai pengaruh dalam menimbulkan pembaharuan.

e.       Petugas kesehatan mental yang bertanggung jawab terhadap pembinaan kesehatan mental khususnya kesehatan mental siswa (Dr. Moh. Surya, Dr. Rochman Natawdjaja, 1994 : 6-7).
F. Kompetensi profesionalisme guru
a.       Pengertian

Menurut kamus umum bahasa indonesia (WJS. Purwadarminta) kompetensi berarti (kewenangan) kekusaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Pengertian dasar kompetensi (competency) yakni kemampuan atau kecakapan.

Istilah kompetensi sebenarnya memiliki banyak makna sebagaimana yang dikemukakan berikut.

Descriptive of qualitative natur or teacher behavior appears to be entirely meaningful (Broke and Stone, 1975). Kompetensi merupakan gambaran hakikat kualitatif dari perilaku guru yang tampak sangat berarti (Charles E. Johnson, 1974).

Kompetensi merupakan perilaku yang rasional  untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi  yang diharapkan. (Mc. Leod 1989). Keadaan berwenang atau memenuhi syarat menuntut ketentuan hukum.

Adapun kompetensi guru merupakan kemampuan seseorang dalam melaksanakan kewajiban secara bertanggung jawab dan layak.

b.      Persyaratan Profesi

Mengingat tugas dan tanggung jawab guru yang begitu kompleksnya, maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus antara lain dikemukakan berikut.

1.      Menuntut adanya keterampilan yamng berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam.

2.      Menekankan pada suatu keahlian dalm bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya.

3.      Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai.

4.      Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan.

5.      Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan (Drs. Moh. Ali, 1985).

Selain persyaratan tersebut, menurut hemat penulis sebetulnya masih ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap pekerjaan yang tergolong  ke dalam suatu profesi antara lain:

1.      Memiliki kode etik, sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

2.      Memiliki klien/objek layanan yang tetap, seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan muridnya.

3.      Diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya dimasyarakat.

Atas dasar persyaratan tersebut, jelaslah jabatan profesional harus ditempuh melalui jenjang pendidikan yang khusus mempersiapkan jabatan itu. Demikian pun dengan profesi guru, harus ditempuh melalui jenjang pendidikan.

c.       Jenis-Jenis Kompetensi

1.      Kompetensi pribadi

Kemampuan pribadi meliputi hal-hal berikut.

a.       Mengembangkan kepribadian

Ø  Bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa.

Ø  Berperan dalam masyarakat sebagai warga negara yang berjiwa pancasila.

Ø  Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan guru.

b.      Berinteraksi dan berkomunikasi

Ø  Berinteraksi dengan sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional.

Ø  Berinteraksi dengan masyarakat untuk penunaian misi pendidikan.

c.       Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan

Ø  Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar.

Ø  Membimbing murid yang berkelainan   dan berbakat khusus.

d.      Melaksanakan administrasi sekolah

Ø  Mengenal pengadministarsian kegiatan sekolah.

Ø  Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah.

e.       Melaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran

Ø  Mengkaji konsep dan dasar penelitian ilmiah.

Ø  Melaksanakan penelitian sederhana.

2.      Kompetensi Profesional

Kemampuan profesioanal ini meliputi hal-hal berikut.

a.       Menguasai landasan pendidikan

Ø  Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasioanal.

Ø  Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat.

Ø  Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar-mengajarn.
b.      Menguasai bahan pengajaran

Ø  Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dan menengah.

Ø  Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dan menengah.

Ø  bahan pengayaan.n dalam prosese belajar-mengjar

c.       Menyusun program pembelajaran

Ø  Menetapkan tujuan pembelajaran.

Ø  Memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran.

Ø  Memilih dan mengembangkan strategi belajar mengajar.

Ø  Memilih dan mengmbangkan media pengajaran yang sesuai.

Ø  Memilih dan memanfaatkan sumber belajar

d.      Melaksanakan program pengajaran

Ø  Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat.

Ø  Menngatur ruangan belajar.

Ø  Mengelola interaksi belajar mengajar.

e.       Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

Ø  Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran.

Ø  Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.

Demikian tentang tugas, peranan dan kompetensi guru yang merupakan landasan dalam mengabdikan profesinya. Guru yang profesional tidaik hanya mengetahui, tetapi betul-betul melaksanakan apa apa yang menjadi tugas dan peranannya. 

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Guru memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun diluar dinas, dalam bentuk pengabdian. Apabila kita kelompokkan terdapat tiga jenis tugas guru, yakni tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusian,dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.
Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar-mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan oleh Adams dan Decey dalam Basic principles of student teaching, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator, dan konselor.
Kompetensi merupakan perilaku yang rasional  untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi  yang diharapkan. (Mc. Leod 1989). Keadaan berwenang atau memenuhi syarat menuntut ketentuan hukum.

B. Saran
            Dalam penulisan laporan buku ini, penulis menyadari banyak terdapat kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, penulis meminta kritikan dan saran kepada pembaca khususnya dosen pembimbing yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan buku ini. Atas perhatian dan sarannya penulis ucapkan terima kasih.

Tidak ada komentar: