MAKALAH
ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Tentang
“ADMINISTRASI
KESISWAAN”
Oleh
Rahman
Al Hakim
1314080216
Dosen pembimbing
Prof. Asnawir
JURUSAN
TADRIS IPA (FISIKA) - A
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
IMAM
BONJOL PADANG
1436H/2015M
KATA PENGANTAR
ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$#
Puji syukur kita ucapkan kepada Allah
SWT yang telah memberikan hidayah dan
taufiknya, sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.
Shalawat beserta salam kepada putra terbaik di dunia yakninya
nabi Muhammad SAW, yang telah
membawa mukjizat dan banyak perubahan
terhadap umat manusia.
Adapun
tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk menjelaskan kepada kita
tentang Administrasi Kesiswaan,
juga harapan saya dengan adanya makalah ini bisa membantu dalam mata kuliah Administrasi pendidikan.
Dalam makalah ini saya ucap kan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. H Asnawir. Sebagai pebimbing saya dalam pembuatan makalah ini.
Padang, 15
Maret 2015
penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang............................................................................................... ....................................................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Administrasi Kesiswaan.............................................................. 2
B.
Jenis
Kegiatan Administrasi Kesiswaan........................................................ 2
1.
Penerimaan
Siswa baru............................................................................ 3
2.
Penempatan
dan pengelompokkan siswa................................................ 5
3.
Pembinaan
dan Pelayanan Murid............................................................ 6
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan.................................................................................................... 10
B.
Saran.............................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam
lingkungan pendidikan banyak sekali permasalahan yang muncul, salah satunya
yaitu apabila pada suatu lembaga pendidikan terdapat banyak siswa maka akan
sangat sulit untuk mendata para siswa tersebut.
Karena hal itu
untuk memudahkan pendataan siswa, suatu lembaga pendidikan membutuhkan adanya
Administrasi Kesiswaan, yang mana administrasi kesiswaan ini berguna sebagai
solusi dalam menangani susahnya pendataan siswa.
Adminintrasi
kesiswaan ini berfungsi untuk mencatat data seluruh siswa mulai dari siswa itu
masuk atau mendaftar pada lembaga pendidikan tersebut, sampai dia lulus dari
lembaga pendidikan tersebut.
Dengan
adanya administrasi kesiswaan ini maka data para siswa akan jelas mulai dari
awal sampai akhir, sehingga jika ada keraguan pada data seorang siswa akan bisa
diselesaikan, karena telah tercatat semuanya pada administrasi kesiswaan.
B.
Rumusan Masalah.
1.
Apa yang dimakud dengan Adminitrasi Kesiswaan?
2.
Bagaimanakah proses Penerimaan Siswa ?
3.
Bagaimanakah cara Penempatan dan Pengelompokan Siswa?
4.
Bagaimana cara
Pembinaan dan Pelayanan terhadap Siswa ?
BAB II
ADMINISTRASI KESISWAAN
A.
Pengertian administrasi kesiswaan
Penerimaan siswa atau peserta didik
baru adalah salah satu kegiatan menajemen pendidikan yang sangat penting. Karena kalau tidak ada peserta didik yang
diterima di sekolah, berarti tidak ada yang harus ditangani dan diatur.
Sebagai anggota masyarakat sekolah
siswa mempunyai hak untuk memperoleh pelajaran, mengikuti kegiatan-kegiatan
tertentu menggunakan fasilitas, memperoleh bimbingan dan sebagainya. Selain itu siswa juga mempunyai kewajiban
untuk hadir pada waktunya mengikuti pelajaran, mengikuti ulangan dan mentaati
tata tertib yang berlaku. Hanya dengan mengetahui keadaan siswa yang sebenarnya
kita dapat memberikan pelajaran sebaik-baiknya kepada mereka. Siswa dipandang
sebagai makhluk unik yang secara wajar sedang dalam masa pertumbuhan dan
perkembangan sehingga proses pendidikan yang baik akan berusaha membantu proses
pertumbuhan dan perkembangan itu dengan tidak mengesmpingkan keunikan
masing-masing serta potensi yang dipunyainya.
Administrasi
kesiswaan merupakan bagian kegiatan administrasi pendidikan yang berupa
pengelolaan data tentang siswa itu masuk ke sekolah sampai siswa itu keluar
dari sekolah.
Dalam
pengertian lain menurut Ary H. Gunawan administrasi kesiswaan adalah seluruh
proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan
secara kontinu terhadap seluruh peserta didik atau siswa (dalam lembaga
pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar
secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan yang ditetapkan.
B. Jenis kegiatan administrasi kesiswaan
Administrasi
kesiswaan ini berupa pengurusan serta layanan dalam hal-hal yang berkaitan
dengan siswa di suatu sekolah. Mulai dari perencanaan penerimaan siswa baru
pembinaan siswa disekolah sampai siswa tersebut menamatkan pendidikan di
sekolah yang bersangkutan.
Administrasi
ini dilaksanakan melalui upaya menciptakan suasana yang kondusif atau suasana
yang mendukung agar terciptanya proses belajar mengajar yang efektif.
Kegiatan yang
dilakukan dalam administrasi kesiswaan tersebut antara lain:
1.
Penerimaan siswa baru
a.
Kebijakan
penerimaan siswa
Siswa dapat diterima disuatu lembaga
pendidikan seperti di sekolah, haruslah memenuhi persyaratan-persyaratan
sebagaimana yang telah ditentukan. Sunggguhpun setiap orang mempunyai hak yang
sama untuk mendapat layanan pendidikan, tidak secara otomatis mereka dapat
diterima di suatu lembagapendidikan seperti sekolah, sebab untuk dapat diterima
haruslah terlebih dahulu memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan.
Kebijakan operasional penerimaan siswa baru,
memuat aturan mengenai jumlah siswa yang dapat diterima di suatu sekolah. Penentuan
mengenai jumlah siswa tentu juga didasarkan atas kenyataan-kenyataan yang ada
di sekolah (faktor kondisional sekolah). Faktor kondisional tersebut meliputi:
daya tampung kelas baru, kriteria mengenai siswa yang dapat diterima, angggaran
yang tersedia, prasarana dan sarana yang ada, tenaga kependidikan yang
tersedia, jumlah peserta didik yang tinggal di kelas satu, dan sebagainya.
Kebijakan operasional penerimaan siswa, juga
memuat sistem pendaftaran dan seleksi atau penyaringan yang akan diberlakukan
untuk peserta didik, juga berisi mengenai waktu pendaftaran, kapan dimulai dan
kapan diakhiri. Selanjutnya, kebijakan penerimaan siswa harus juga memuat
tentang personalia-personalia yang akan terlibat dalam pendaftaran, seleksi dan
penerimaan siswa.
Kebijakan penerimaan siswa dibuat berdasarkan
petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Petunjuk
demikian harus dipedomani karena ia memang dibuat dalam rangka mendapatkan
calon peserta didik sebagaimana yang diinginkan atau diidealkan.
b.
Sistem
penerimaan siswa
Ada dua macam sistem penerimaan siswa :
Pertama, sistem promosi. Yang dimaksud dengan
sistem promosi adalah penerimaan siswa yang dilakukan tanpa menggunakan
seleksi. mereka yang mendaftar sebagai siswa di suatu sekolah diterima semua
begitu saja. Karena itu mereka yang mendaftar sebagai siswa tidak ada yang
ditolak.
Sistem promosi seperti itu secara umum berlaku
di sekolah-sekolah yang pendaftarannya kurang dari jatah atau daya tampung yang
ditentukan.
Kedua, sistem seleksi. Sistem seleksi ini
dapat digolongkan menjadi tiga macam. Pertama, seleksi berdasarkan Dasar Nilai
Ebta Murni (DANEM), yang kedua berdasarkan Penelusuran Minat dan Kemampuan
(PMDK), sedangkan yang ketiga adalah seleksi berdasarkan hasil tes masuk.
c.
Kriteria
penerimaan siswa baru
Ada tiga macam kriteria penerimaan siswa.
Pertama, adalah kriteri acuan patokan (standard criterian referenced), yaitu
suatu penerimaan siswa yang didasarkan atas patokan-patokan yang telah
ditentukan sebelumnya.
Kedua, kriteria acuan norma (norm criterian
referenced), yaitu penerimaan calon siswa yang didasarkan atas keseluruhan
prestasi calon peserta didik yang mengikuti seleksi.
Ketiga, kriteria yang didasarkan atas daya
tampung sekolah, sekolah terlebih dahulu menentukan berapa jumlah daya
tampugnya, atau berapa calon siswa yang akan diterima.
d.
Prosedur
penerimaan siswa baru
Prosedur penerimaan siswa baru adalah
pembentukan panitia penerimaan siswa baru, rapat penetuan siswa baru,
pembuatan, pemasangan atau pengiriman pengumuman, pendaftaran siswa baru,
seleksi, penentuan siswa yang diterima, pengumuman siswa yang diterima dan
registerasi peserta didik yang diterima.
Secara lebih jelas, langkah-langkah rekruitmen
siswa baru tersebut sbagai berikut:
1. Pembentukan panitria penerimaan siswa baru
2. Rapat penerimaan siswa
3. Pembuatan, pengiriman/pemasangan pengumuman
4. Pendaftaran calon siswa baru
5. Seleksi siswa baru
6. Penetuan siswa yang diterima
7. Pendaftaran ualang
e.
Problema
penerimaan siswa baru
Ada banyak problem penerimaan siswa baru yang
harus dipecahkan. Pertama, adanya siswa yang hasil nilai tesnya, jumlah DANEM
dan kecakapannya sama, dan mereka sama-sama berada pada batas bawah penerimaan.
Guna menentukan siswa mana yang diterima, hal demikian tidaklah mudah.
Kedua, adanya calon siswa yang dari segi
kemampuan masih kalah dibandingkan dengan yang lainnya, sementara yang
bersangkutan mendapatkan nota dari pejabat tertentu yang mempunyai kekuasaan
tinggi di daerah di mana sekolah itu berada.
Ketiga, terbatasnya daya tampung dan prasarana
sarana sekolah, sementara di daerah tersebut sangat banyak calon siswa yang
mempunyai kecakapan tinggi.
Ketiga problem demikian, haruslah dapat
dipecahkan dengan baik dan bijaksana oleh kepala sekolah bersama dengan aparat
sekolah lainnya.
2.
Penempatan dan pengelompokan siswa
Dalam suatu sekolah atau lembaga pendidikan
diperlukan adanya penempatan dan pengelompokan siswa agar data siswa dapat
tertata dengan rapi, ada yang mengelompokkan siswa dengan tahun masuknya,
kelasnya dan lain-lain.
Penempatan siswa (Pembagian kelas / Grouping) Menurut William A.
Jeager pengelopokan siswa didasarkan pada:
a.
Fungsi
Integrasi adalah pengelompokan siswa berdasarkan umur, jenis kelamin dan
sebagainya.
b.
Fungsi
Perbedaan adalah pengelompokan siswa berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada
pada siswa seperti bakat, minat, kemampuan dan sebagainya.
Menurut Ny. S. Pakasi, pengelompokan berdasarkan hasil
belajar (achievement). Biasanya anak-anak dibagi atas 3 kelompok.
a.
Kelompok anak
yang cepat berfikirnya
b.
Kelompok anak
yang sedang berfikirnya
c.
Kelompok anak
yang lambat berfikirnya
Dan selanjutnya menurut Hedyat Soetopo dasar-dasar pengelompokan
peserta didik ada 5 macam, yaitu :
a.
Frienship
Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan pada kesukaan di dalam
memilih teman antar peserta didik itu sendiri. Jadi dalam hal ini peserta didik
mempunyai kebebasan di dalam memilih teman untuk di jadikan sebagai anggota
kelompoknya.
b.
Achievement
Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan pada prestasi yang
dicapai oleh siswa. Dalam pengelompokan ini biasanya diadakan percampuran
antara peserta didik yang berprestasi tinggi dengan peserta didik yang
berprestasi rendah.
c.
Aptitude
Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan atas kemampuan dan bakat
yang sesuai dengan apa yang dimiliki peserta didik itu sendiri.
d.
Attention or
Interest Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan atas perhatian atau
minat yang didasari kesenangan peserta didik itu sendiri. Pengelompokan ini di
dasari oleh adanya peserta didik yang mempunyai bakat dalam bidang tertentu
namun si peserta didik tersebut tidak senag dengan bakat yang dimilikinya.
e.
Intellegence
Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan atas hasil tes
intelegensi yang diberikan kepada pserta didik itu sendiri.
3.
Pembinaan dan pelayanan Murid
Pembinaan murid dilakukan agar murid mengenali lingkungan tempat belajat
merek, dan dapat menyesuaikan diri degan tuntunan sekolah. Dengan pemahaman
lingkungan itu diharapkan dapat tercipta suatu keadaan di mana murid lebih
tertib dan lebih mementingkan tugas-tugas belajarnya dibandingkan dengan
kegiatan pribadi lainnya di sekolah. Kegiatan-kegiatan dalam pembinaan murid
adalah:
Memberikan orientasi pada murid
a.
Perkenalkan
Semua murid baru diperkenalkan kepada kepala sekolah, guru, staf
sekolah, serta kakak-kakak kelas mereka.
b.
Penjelasan tata
tertib sekolah
Penjelasan tata tertib sekolah dilakukan pada awal ajaran atau
tahun ajaran. Hal ini penting untuk diperhatikan karena tata tertib di sekolah
adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk membentuk sikap dan disiplin
murid.
c.
Penjelasan
tentang fasilitas sekolah
Penjelasan tentang fasilitas yang dimiliki oleh sekolah dimaksudkan
agar murid mengetahui kegunaan dan atura yang harus ditaati dalam memanfaatkan
fasilitas tersebut. Fasilitas yang penting untuk diinformasikan kepada murid
adalah: perpustakaan, alat-alat UKS, alat-alat olahraga, dan alat-alat yang
dapat digunakan untuk memupuk kreativitas murid di bidang kesenian.
Mengatur dan mencatat kehadiran murid
Rajin dan tidaknya murid dapat diketahui dengan melihat hasil dari
pencatatan kehadiran mereka setiap hari. Kerajinan murid dapat digunakan untuk
bahan pertimbangan dan penilaian dan kenaikan kelas. Oleh karena itulah laporan
kehadiran murid sangat diperlukan. Beberapa alat yang dapat digunakan untuk
mencatat kehadiran murid:
a.
Papan absensi
harian murid (perkelas dan persekolah)
b.
Buku absensi
harian murid
c.
Rekapitulasi
absensi murid
Mengatur dan mencatat kehadiran murid
Dalam rangka pembinaan murid perlu juga dilakukan pencatatan di
kelas. Pencatatan itu dapat dilakukan:
a.
Daftar murid di
kelas
Daftar ini
dapat digunakan oleg guru maupun murid untuk menghafal nama-nama murid yang ada
di kelas yang bersangkutan.
b.
Grafik prestasi
belajar
Grafik inii
berguna memotivasi murid agar mereka berkompetensi untuk berprestasi tinggi.
c.
Daftar kegiatan
murid
Agar semua
murid senantiasa mengingat kegiatan yang sudah dan sedang mereka laksanakan,
pada masing-masing kelas dapat dibuat daftar kegiatan murid.
Membina disiplin murid di kelas
Disiplin merupakan aspek terpenting di dalam pembinaan murid,
karena murid harus menyadari bahwa di dalam kehidupan bermasyarakat diperlukan
kedisiplinan anggotanya. Tanpa disiplin semua bentuk lembaga masyarakat
akan mengalami kekacauan. Disiplin merupakan pembentukan kebiasaan yang
mengandung empat unsur:
a.
Murid harus
berbuat atau bertingkah laku sesuai dengan aturan yang diinginkan masyarakat
dan menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan dalam masyarakat.
b.
Murid merasa
adanya suatu kepuasan batin sesudah berperilaku seperti yang diharuskan.
c.
Alam berbuat.,
murid melaksanakan secara otomatis tanpa adanya pengawasan.
d.
Murid dapat
memperbaiki perilaku yang tidak baik.
Ada beberapa teknik yang digunakan untuk mendisiplinkan murid:
teknik yang bersifat otoriter, bersifat longgar, dan yang bersifat demokratis,
teknik yang bersifat otoriter menggunakan paksaan dan hukuman bagi murid yang
melanggarnya. Teknik yang bersifat permisif merupakan teknik yang harapan bahwa
disiplin itu tumbuh dari murid sendiri tanpa adanya paksaan dari sekolah.
Sedangkan teknik yang bersifat demokratis adalah teknik yang member kemungkinan
kepada murid untuk mendpatkan penjelasan atau melakukan diskusi atau musyawarah
tentang perilau yang diharpkan dilakukan oleh murid dan perilaku yang tidak
diharapkan. Biasanya tat tertib yang dibuat sekolah mengatur tentang:
a.
Waktu pelajaran
dimulai dan diakhiri sesuai dengan aturan yang berlaku serta memberikan
toleransi waktu yang diberikan siswa.
b.
Kegiatan-kegiatan
yang harus diikuti murid dalam menunjang pendidikan di sekolah, termasuk dalam
pemanfatan waktu kosong.
c.
Akhlak
pergaulan selama berada di sekolah.
d.
Aturan
berpakaian di sekolah.
e.
Keamanan dan
kebersihan lingkungan di sekolah.
f.
Sanksi-sanksi
yang dapat diberikan apabila murid melakukan pelanggaran terhadap aturan-aturan
yang berlaku.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Administrasi
kesiswaan merupakan bagian kegiatan administrasi pendidikan yang berupa
pengelolaan data tentang siswa itu masuk ke sekolah sampai siswa itu keluar
dari sekolah.
Jenis kegiatan administrasi pendidikan:
1.
Penerimaan
siswa baru
2.
Penempatan dan pengelompokan
siswa
3.
Pembinaan dan
pelayanan Murid
a. Memberikan orientasi pada murid
b. Mengatur dan mencatat kehadiran murid
c.
Membina
disiplin murid di kelas
beberapa teknik yang digunakan untuk mendisiplinkan murid:
1.
Teknik yang
bersifat otoriter.
2.
Teknik bersifat
longgar/permisif.
3.
Teknik bersifat
demokratis.
B.
SARAN
Dalam
pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan baik dalam
bentuk penulisan kata-kata maupun dalam bahasa. Untuk itu kami mohon kepada
pembaca agar dapat memakluminya dan bisa memberikan saran atau kritik atas
makalah ini, sehingga dalam penulisan/pembuatan makalah berikutnya tidak
terjadi lagi kekeliruan dan kesalahan yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Asnawir. 2005. Administrasi Pendidikan. Padang : IAIN IB
Press.
Suryosubroto. 2004. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. Jakarta
: PT. Rineka Cipta.
Purwanto, M. Ngalim. 2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.
Bandung: PT. Remja Rosdakarya.
Gunawan. 1996. Administrasi Sekolah: Administrasi Pendidikan
Mikro.Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar