Sabtu, 14 Mei 2016

MAKALAH ADMINISTRASI PENDIDIKAN



MAKALAH ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Tentang

“ADMINISTRASI KESISWAAN”





Oleh


Rahman Al Hakim
1314080216


Dosen pembimbing
 Prof. Asnawir


JURUSAN TADRIS IPA (FISIKA) - A
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
IMAM BONJOL PADANG
1436H/2015M


KATA PENGANTAR

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#

Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan  taufiknya, sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat beserta  salam kepada putra terbaik di dunia yakninya nabi Muhammad SAW,  yang telah membawa  mukjizat dan banyak perubahan terhadap umat manusia.
Adapun  tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk menjelaskan  kepada kita  tentang Administrasi Kesiswaan, juga harapan saya dengan adanya makalah ini bisa membantu dalam mata kuliah Administrasi pendidikan.
Dalam makalah ini saya ucap kan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. H Asnawir. Sebagai pebimbing saya dalam pembuatan makalah ini.



Padang, 15 Maret 2015


penulis
 



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang...............................................................................................                         .......................................................................................................................             1         
B.     Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN                                                      
A.    Pengertian Administrasi Kesiswaan.............................................................. 2
B.     Jenis Kegiatan Administrasi Kesiswaan........................................................ 2
1.      Penerimaan Siswa baru............................................................................ 3
2.      Penempatan dan pengelompokkan siswa................................................ 5
3.      Pembinaan dan Pelayanan Murid............................................................ 6
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan.................................................................................................... 10
B.     Saran.............................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................




BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam lingkungan pendidikan banyak sekali permasalahan yang muncul, salah satunya yaitu apabila pada suatu lembaga pendidikan terdapat banyak siswa maka akan sangat sulit untuk mendata para siswa tersebut.
Karena hal itu untuk memudahkan pendataan siswa, suatu lembaga pendidikan membutuhkan adanya Administrasi Kesiswaan, yang mana administrasi kesiswaan ini berguna sebagai solusi dalam menangani susahnya pendataan siswa.
Adminintrasi kesiswaan ini berfungsi untuk mencatat data seluruh siswa mulai dari siswa itu masuk atau mendaftar pada lembaga pendidikan tersebut, sampai dia lulus dari lembaga pendidikan tersebut.
Dengan adanya administrasi kesiswaan ini maka data para siswa akan jelas mulai dari awal sampai akhir, sehingga jika ada keraguan pada data seorang siswa akan bisa diselesaikan, karena telah tercatat semuanya pada administrasi kesiswaan.

B.     Rumusan Masalah.
1.      Apa yang dimakud dengan Adminitrasi Kesiswaan?
2.      Bagaimanakah   proses Penerimaan Siswa ?
3.      Bagaimanakah cara Penempatan dan Pengelompokan Siswa?
4.      Bagaimana cara Pembinaan dan Pelayanan terhadap Siswa ?






BAB II
ADMINISTRASI KESISWAAN

A.      Pengertian administrasi kesiswaan

Penerimaan siswa atau peserta didik baru adalah salah satu kegiatan menajemen pendidikan yang sangat penting. Karena kalau tidak ada peserta didik yang diterima di sekolah, berarti tidak ada yang harus ditangani dan diatur.
Sebagai anggota masyarakat sekolah siswa mempunyai hak untuk memperoleh pelajaran, mengikuti kegiatan-kegiatan tertentu menggunakan fasilitas, memperoleh bimbingan dan sebagainya. Selain itu siswa juga mempunyai kewajiban untuk hadir pada waktunya mengikuti pelajaran, mengikuti ulangan dan mentaati tata tertib yang berlaku. Hanya dengan mengetahui keadaan siswa yang sebenarnya kita dapat memberikan pelajaran sebaik-baiknya kepada mereka. Siswa dipandang sebagai makhluk unik yang secara wajar sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sehingga proses pendidikan yang baik akan berusaha membantu proses pertumbuhan dan perkembangan itu dengan tidak mengesmpingkan keunikan masing-masing serta potensi yang dipunyainya.
Administrasi kesiswaan merupakan bagian kegiatan administrasi pendidikan yang berupa pengelolaan data tentang siswa itu masuk ke sekolah sampai siswa itu keluar dari sekolah.
Dalam pengertian lain menurut Ary H. Gunawan administrasi kesiswaan adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik atau siswa (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan yang ditetapkan.

B.       Jenis kegiatan administrasi kesiswaan

Administrasi kesiswaan ini berupa pengurusan serta layanan dalam hal-hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah. Mulai dari perencanaan penerimaan siswa baru pembinaan siswa disekolah sampai siswa tersebut menamatkan pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
Administrasi ini dilaksanakan melalui upaya menciptakan suasana yang kondusif atau suasana yang mendukung agar terciptanya proses belajar mengajar yang efektif.
Kegiatan yang dilakukan dalam administrasi kesiswaan tersebut antara lain:

1.      Penerimaan siswa baru

a.       Kebijakan penerimaan siswa
Siswa dapat diterima disuatu lembaga pendidikan seperti di sekolah, haruslah memenuhi persyaratan-persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan. Sunggguhpun setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mendapat layanan pendidikan, tidak secara otomatis mereka dapat diterima di suatu lembagapendidikan seperti sekolah, sebab untuk dapat diterima haruslah terlebih dahulu memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan.
Kebijakan operasional penerimaan siswa baru, memuat aturan mengenai jumlah siswa yang dapat diterima di suatu sekolah. Penentuan mengenai jumlah siswa tentu juga didasarkan atas kenyataan-kenyataan yang ada di sekolah (faktor kondisional sekolah). Faktor kondisional tersebut meliputi: daya tampung kelas baru, kriteria mengenai siswa yang dapat diterima, angggaran yang tersedia, prasarana dan sarana yang ada, tenaga kependidikan yang tersedia, jumlah peserta didik yang tinggal di kelas satu, dan sebagainya.
Kebijakan operasional penerimaan siswa, juga memuat sistem pendaftaran dan seleksi atau penyaringan yang akan diberlakukan untuk peserta didik, juga berisi mengenai waktu pendaftaran, kapan dimulai dan kapan diakhiri. Selanjutnya, kebijakan penerimaan siswa harus juga memuat tentang personalia-personalia yang akan terlibat dalam pendaftaran, seleksi dan penerimaan siswa.
Kebijakan penerimaan siswa dibuat berdasarkan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Petunjuk demikian harus dipedomani karena ia memang dibuat dalam rangka mendapatkan calon peserta didik sebagaimana yang diinginkan atau diidealkan.

b.      Sistem penerimaan siswa
Ada dua macam sistem penerimaan siswa :
Pertama, sistem promosi. Yang dimaksud dengan sistem promosi adalah penerimaan siswa yang dilakukan tanpa menggunakan seleksi. mereka yang mendaftar sebagai siswa di suatu sekolah diterima semua begitu saja. Karena itu mereka yang mendaftar sebagai siswa tidak ada yang ditolak.
Sistem promosi seperti itu secara umum berlaku di sekolah-sekolah yang pendaftarannya kurang dari jatah atau daya tampung yang ditentukan.
Kedua, sistem seleksi. Sistem seleksi ini dapat digolongkan menjadi tiga macam. Pertama, seleksi berdasarkan Dasar Nilai Ebta Murni (DANEM), yang kedua berdasarkan Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), sedangkan yang ketiga adalah seleksi berdasarkan hasil tes masuk.

c.       Kriteria penerimaan siswa baru
Ada tiga macam kriteria penerimaan siswa. Pertama, adalah kriteri acuan patokan (standard criterian referenced), yaitu suatu penerimaan siswa yang didasarkan atas patokan-patokan yang telah ditentukan sebelumnya.
Kedua, kriteria acuan norma (norm criterian referenced), yaitu penerimaan calon siswa yang didasarkan atas keseluruhan prestasi calon peserta didik yang mengikuti seleksi.
Ketiga, kriteria yang didasarkan atas daya tampung sekolah, sekolah terlebih dahulu menentukan berapa jumlah daya tampugnya, atau berapa calon siswa yang akan diterima.

d.      Prosedur penerimaan siswa baru
Prosedur penerimaan siswa baru adalah pembentukan panitia penerimaan siswa baru, rapat penetuan siswa baru, pembuatan, pemasangan atau pengiriman pengumuman, pendaftaran siswa baru, seleksi, penentuan siswa yang diterima, pengumuman siswa yang diterima dan registerasi peserta didik yang diterima.
Secara lebih jelas, langkah-langkah rekruitmen siswa baru tersebut sbagai berikut:

1.      Pembentukan panitria penerimaan siswa baru
2.      Rapat penerimaan siswa
3.      Pembuatan, pengiriman/pemasangan pengumuman
4.      Pendaftaran calon siswa baru
5.      Seleksi siswa baru
6.      Penetuan siswa yang diterima
7.      Pendaftaran ualang
e.       Problema penerimaan siswa baru

Ada banyak problem penerimaan siswa baru yang harus dipecahkan. Pertama, adanya siswa yang hasil nilai tesnya, jumlah DANEM dan kecakapannya sama, dan mereka sama-sama berada pada batas bawah penerimaan. Guna menentukan siswa mana yang diterima, hal demikian tidaklah mudah.
Kedua, adanya calon siswa yang dari segi kemampuan masih kalah dibandingkan dengan yang lainnya, sementara yang bersangkutan mendapatkan nota dari pejabat tertentu yang mempunyai kekuasaan tinggi di daerah di mana sekolah itu berada.
Ketiga, terbatasnya daya tampung dan prasarana sarana sekolah, sementara di daerah tersebut sangat banyak calon siswa yang mempunyai kecakapan tinggi.
Ketiga problem demikian, haruslah dapat dipecahkan dengan baik dan bijaksana oleh kepala sekolah bersama dengan aparat sekolah lainnya.

2.      Penempatan dan pengelompokan siswa

Dalam suatu sekolah atau lembaga pendidikan diperlukan adanya penempatan dan pengelompokan siswa agar data siswa dapat tertata dengan rapi, ada yang mengelompokkan siswa dengan tahun masuknya, kelasnya dan lain-lain.

Penempatan siswa (Pembagian kelas / Grouping) Menurut William A. Jeager pengelopokan siswa didasarkan pada:

a.       Fungsi Integrasi adalah pengelompokan siswa berdasarkan umur, jenis kelamin dan sebagainya.
b.      Fungsi Perbedaan adalah pengelompokan siswa berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada pada siswa seperti bakat, minat, kemampuan dan sebagainya.
Menurut Ny. S. Pakasi, pengelompokan  berdasarkan hasil belajar (achievement). Biasanya anak-anak dibagi atas 3 kelompok.
a.       Kelompok anak yang cepat berfikirnya
b.      Kelompok anak yang sedang berfikirnya
c.       Kelompok anak yang lambat berfikirnya
Dan selanjutnya menurut Hedyat Soetopo dasar-dasar pengelompokan peserta didik ada 5 macam, yaitu :
a.       Frienship Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan pada kesukaan di dalam memilih teman antar peserta didik itu sendiri. Jadi dalam hal ini peserta didik mempunyai kebebasan di dalam memilih teman untuk di jadikan sebagai anggota kelompoknya.

b.      Achievement Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan pada prestasi yang dicapai oleh siswa. Dalam pengelompokan ini biasanya diadakan percampuran antara peserta didik yang berprestasi tinggi dengan peserta didik yang berprestasi rendah.

c.       Aptitude Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan atas kemampuan dan bakat yang sesuai dengan apa yang dimiliki peserta didik itu sendiri.

d.      Attention or Interest Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan atas perhatian atau minat yang didasari kesenangan peserta didik itu sendiri. Pengelompokan ini di dasari oleh adanya peserta didik yang mempunyai bakat dalam bidang tertentu namun si peserta didik tersebut tidak senag dengan bakat yang dimilikinya.

e.       Intellegence Grouping
Pengelompokan peserta didik itu didasarkan atas hasil tes intelegensi yang diberikan kepada pserta didik itu sendiri.

3.       Pembinaan dan pelayanan Murid

Pembinaan murid dilakukan agar murid mengenali lingkungan tempat belajat merek, dan dapat menyesuaikan diri degan tuntunan sekolah. Dengan pemahaman lingkungan itu diharapkan dapat tercipta suatu keadaan di mana murid lebih tertib dan lebih mementingkan tugas-tugas belajarnya dibandingkan dengan kegiatan pribadi lainnya di sekolah. Kegiatan-kegiatan dalam pembinaan murid adalah:
Memberikan orientasi pada murid

a.       Perkenalkan
Semua murid baru diperkenalkan kepada kepala sekolah, guru, staf sekolah, serta kakak-kakak kelas mereka.

b.      Penjelasan tata tertib sekolah
Penjelasan tata tertib sekolah dilakukan pada awal ajaran atau tahun ajaran. Hal ini penting untuk diperhatikan karena tata tertib di sekolah adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk membentuk sikap dan disiplin murid.
c.       Penjelasan tentang fasilitas sekolah
Penjelasan tentang fasilitas yang dimiliki oleh sekolah dimaksudkan agar murid mengetahui kegunaan dan atura yang harus ditaati dalam memanfaatkan fasilitas tersebut. Fasilitas yang penting untuk diinformasikan kepada murid adalah: perpustakaan, alat-alat UKS, alat-alat olahraga, dan alat-alat yang dapat digunakan untuk memupuk kreativitas murid di bidang kesenian.

Mengatur dan mencatat kehadiran murid
Rajin dan tidaknya murid dapat diketahui dengan melihat hasil dari pencatatan kehadiran mereka setiap hari. Kerajinan murid dapat digunakan untuk bahan pertimbangan dan penilaian dan kenaikan kelas. Oleh karena itulah laporan kehadiran murid sangat diperlukan. Beberapa alat yang dapat digunakan untuk mencatat kehadiran murid:
a.       Papan absensi harian murid (perkelas dan persekolah)
b.      Buku absensi harian murid
c.       Rekapitulasi absensi murid



Mengatur dan mencatat kehadiran murid
Dalam rangka pembinaan murid perlu juga dilakukan pencatatan di kelas. Pencatatan itu dapat dilakukan:
a.         Daftar murid di kelas
Daftar ini dapat digunakan oleg guru maupun murid untuk menghafal nama-nama murid yang ada di kelas yang bersangkutan.

b.      Grafik prestasi belajar
Grafik inii berguna memotivasi murid agar mereka berkompetensi untuk berprestasi tinggi.

c.       Daftar kegiatan murid
Agar semua murid senantiasa mengingat kegiatan yang sudah dan sedang mereka laksanakan, pada masing-masing kelas dapat dibuat daftar kegiatan murid.

Membina disiplin murid di kelas
Disiplin merupakan aspek terpenting di dalam pembinaan murid, karena murid harus menyadari bahwa di dalam kehidupan bermasyarakat diperlukan kedisiplinan  anggotanya. Tanpa disiplin semua bentuk lembaga masyarakat akan mengalami kekacauan. Disiplin merupakan pembentukan kebiasaan yang mengandung empat unsur:
a.       Murid harus berbuat atau bertingkah laku sesuai dengan aturan yang diinginkan masyarakat dan menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan dalam masyarakat.
b.      Murid merasa adanya suatu kepuasan batin sesudah berperilaku seperti yang diharuskan.
c.       Alam berbuat., murid melaksanakan secara otomatis tanpa adanya pengawasan.
d.      Murid dapat memperbaiki perilaku yang tidak baik.

Ada beberapa teknik yang digunakan untuk mendisiplinkan murid: teknik yang bersifat otoriter, bersifat longgar, dan yang bersifat demokratis, teknik yang bersifat otoriter menggunakan paksaan dan hukuman bagi murid yang melanggarnya. Teknik yang bersifat permisif merupakan teknik yang harapan bahwa disiplin itu tumbuh dari murid sendiri tanpa adanya paksaan dari sekolah. Sedangkan teknik yang bersifat demokratis adalah teknik yang member kemungkinan kepada murid untuk mendpatkan penjelasan atau melakukan diskusi atau musyawarah tentang perilau yang diharpkan dilakukan oleh murid dan perilaku yang tidak diharapkan. Biasanya tat tertib yang dibuat sekolah mengatur tentang:

a.       Waktu pelajaran dimulai dan diakhiri sesuai dengan aturan yang berlaku serta memberikan toleransi waktu yang diberikan siswa.
b.      Kegiatan-kegiatan yang harus diikuti murid dalam menunjang pendidikan di sekolah, termasuk dalam pemanfatan waktu kosong.
c.       Akhlak pergaulan selama berada di sekolah.
d.      Aturan berpakaian di sekolah.
e.       Keamanan dan kebersihan lingkungan di sekolah.
f.        Sanksi-sanksi yang dapat diberikan apabila murid melakukan pelanggaran terhadap aturan-aturan yang berlaku.









BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Administrasi kesiswaan merupakan bagian kegiatan administrasi pendidikan yang berupa pengelolaan data tentang siswa itu masuk ke sekolah sampai siswa itu keluar dari sekolah.
Jenis kegiatan administrasi pendidikan:
1.      Penerimaan siswa baru
2.      Penempatan dan pengelompokan siswa
3.      Pembinaan dan pelayanan Murid
a.       Memberikan orientasi pada murid
b.      Mengatur dan mencatat kehadiran murid
c.       Membina disiplin murid di kelas
beberapa teknik yang digunakan untuk mendisiplinkan murid:
1.      Teknik yang bersifat otoriter.
2.      Teknik bersifat longgar/permisif.
3.      Teknik bersifat demokratis.

B.     SARAN

Dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan baik dalam bentuk penulisan kata-kata maupun dalam bahasa. Untuk itu kami mohon kepada pembaca agar dapat memakluminya dan bisa memberikan saran atau kritik atas makalah ini, sehingga dalam penulisan/pembuatan makalah berikutnya tidak terjadi lagi kekeliruan dan kesalahan yang sama.
 



DAFTAR PUSTAKA



Asnawir. 2005. Administrasi Pendidikan. Padang : IAIN IB Press.

Suryosubroto.  2004.  Manajemen Pendidikan Di Sekolah. Jakarta : PT. Rineka Cipta.


Purwanto, M. Ngalim. 2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT. Remja Rosdakarya.

Gunawan. 1996. Administrasi Sekolah: Administrasi Pendidikan Mikro.Jakarta: Rineka Cipta.
 

Tidak ada komentar: